dailykota.com PALU (FD-PNI) resmi di deklarasikan sebagai wadah sama strategis antardaerah tambang untuk memperjuangkan yang lebih berpihak kepada masyarakat lokal. di bacakan Ketua DPRD Maluku Utara dalam pertemuan yang di gelar di Kantor , Minggu, 7 Desember 2025.

Forum ini di bentuk oleh lima provinsi penghasil nikel: Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. , , menyebut FD-PNI akan menjadi ruang konsolidasi untuk mengawal berbagai isu strategis, mulai dari DBH nikel, perlindungan , hingga dampak lingkungan.

FD-PNI juga di siapkan sebagai pusat kajian bersama, tempat bertukar data dan pengalaman untuk memastikan daerah memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam dengan pemerintah pusat.

Dalam kegiatan tersebut, Anwar Hafid menegaskan bahwa perjuangan DBH nikel bukan untuk menolak hilirisasi, melainkan memastikan manfaatnya ikut menggerakkan pembangunan di daerah penghasil.
“Kami ingin keadilan bagi daerah yang selama ini menjadi lokasi industri nikel,” ujarnya.

Dengan deklarasi ini, daerah penghasil nikel berharap perjuangan bersama dapat menghasilkan rekomendasi kuat dan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat tambang. */hn