dailykota.com PALU – Menjelang Bulan Ramadhan 2026, Komisi B DPRD Kota Palu turun langsung ke Pasar Inpres Manonda untuk memantau ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok, Jumat, 23 Januari 2026.
Kunjungan lapangan ini di pimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, bersama sejumlah anggota dewan. Mereka berdialog dengan pedagang serta mengecek langsung harga komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi.
Dari hasil pemantauan, Komisi B menemukan harga sembako secara umum masih stabil. Namun, terjadi kenaikan tipis pada harga daging ayam dan daging sapi.
“Secara umum harga masih aman dan terkendali. Hanya ada sedikit kenaikan pada komoditas daging ayam dan sapi,” ujar Rusman di sela-sela kunjungan.
Ia menilai kondisi ini masih dalam batas wajar, tetapi tetap perlu diantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga saat permintaan meningkat di awal Ramadhan hingga Idulfitri.
Sebagai langkah pencegahan, Komisi B meminta Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar pasar murah di sejumlah kelurahan selama Ramadhan.
Menurut Rusman, program pasar murah dapat membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di bandingkan harga pasar.
“Kami ingin daya beli masyarakat tetap terjaga. Pasar murah bisa menjadi solusi konkret jika ada potensi kenaikan harga,” tegasnya.
Komisi B DPRD Kota Palu memastikan akan terus melakukan pengawasan rutin terhadap harga dan stok sembako hingga Hari Raya Idulfitri. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasar serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa gejolak harga signifikan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap distribusi dan kestabilan bahan pokok di Kota Palu, terutama menjelang momentum keagamaan yang biasanya memicu kenaikan permintaan.*/hn