JAKARTA, DAILYKOTA – Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr. Ketut Sumedana, kini resmi menempati posisi strategis sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Nasional (BGN). Penunjukan Ketut Sumedana BGN ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk memperkuat tata kelola () yang mengelola anggaran hingga Rp120 triliun.

Pengumuman lima pejabat eselon I BGN dilakukan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari pada 21 Juli 2026 di kantor pusat BGN Jakarta Pusat. Selain Ketut Sumedana BGN, pejabat baru lainnya termasuk Sekretaris Utama Lili Khamiliyah dan deputi untuk sistem tata kelola, penyediaan penyaluran, serta promosi dan sama. Restrukturisasi ini bertujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam program prioritas MBG.

Program Makan Bergizi (MBG) yang diinisiasi oleh Subianto, diproyeksikan menjangkau lebih dari 30 juta penerima di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp120 triliun pada tahun 2026, BGN menargetkan distribusi ke lebih dari 250 ribu sekolah dasar dan menengah. Pengawasan ketat menjadi krusial mengingat potensi penyimpangan distribusi senilai Rp1,2 triliun berdasarkan evaluasi internal.

Ketut Sumedana BGN membawa pengalaman 28 tahun di Kejaksaan, termasuk jabatan penting seperti Kapuspenkum Kejagung, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Latar belakang hukum yang kuat diharapkan mampu memberikan pengawasan hukum yang lebih ketat terhadap yang rawan penyimpangan. Penunjukan ini ditegaskan melalui Keputusan Presiden yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

“Beliau lama jadi Kapuspenkum ya, silakan Bapak Dr Ketut Sumedana. Ini dulu kalau ada konferensi pers di Kejagung beliau yang mengorganisir. Ketut akan bertugas mengidentifikasi potensi penyimpangan dan memastikan kepatuhan regulasi,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.

Agustina juga menambahkan, “Misalnya ada kejadian keracunan, beliau yang akan turun langsung. Dengan jaringan yang dimiliki di seluruh Indonesia, pengawasan akan lebih kuat.”

“Keppres ini bagian dari penguatan tata kelola MBG. Kita ingin program berjalan transparan dan akuntabel,” kata Presiden Prabowo Subianto.

“Kami akan memperluas kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar distribusi berjalan lancar,” kata Deputi Promosi & Kerja Sama Mariman Darto.

Dengan masuknya Ketut Sumedana BGN dalam jajaran pimpinan, BGN kini memiliki struktur yang lebih kokoh untuk menjaga integritas program MBG. Harapannya, pengawasan yang diperkuat ini akan meminimalkan risiko penyalahgunaan anggaran dan memastikan makanan bergizi sampai kepada jutaan anak-anak sekolah di seluruh Indonesia secara efektif.