DONGGALA, DAILYKOTA – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri resmi memimpin upacara pembukaan Diktukba Polri Berkemampuan SPKT T.A 2026 pada Senin 20/07. Sebanyak 51 calon bintara di SPN Polda Sulteng mulai mengikuti pendidikan intensif guna membentuk personel yang profesional dan berintegritas tinggi. Program ini bertujuan melahirkan anggota Polri yang siap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepolisian terpadu kepada masyarakat luas.
Pendidikan ini merupakan bagian dari gelombang besar dengan total 4.792 peserta didik di seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026. Seluruh siswa akan menjalani masa pendidikan selama lima bulan ke depan dengan menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE. Lemdiklat Polri merancang sistem ini agar lulusan memiliki kompetensi praktis yang relevan dengan tantangan tugas di lapangan.
“Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Komjen Pol Drs R.Z. Panca Putra S, Kalemdiklat Polri.
Program Diktukba Polri Berkemampuan SPKT ini mengintegrasikan nilai-nilai Tribrata dan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja dalam setiap modul pembelajarannya. Para siswa didorong untuk menguasai literasi digital dan kemampuan pelayanan publik yang humanis serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kapolda menekankan bahwa proses pendidikan di SPN Donggala ini harus menciptakan budaya kerja yang disiplin namun tetap bermartabat.
“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” kata Komjen Pol Drs R.Z. Panca Putra S.
Secara nasional, program Diktukba Polri Berkemampuan SPKT diikuti oleh 708 peserta wanita di Sepolwan dan 4.084 peserta pria di 31 SPN Polda. Melalui tema pendidikan yang berbasis moral, diharapkan para bintara baru mampu mendukung program kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Seluruh rangkaian pendidikan dijadwalkan selesai pada Desember 2026 dengan standar kelulusan yang ketat dan transparan. (hn/*)