, DAILYKOTA – Aspirasi warga yang disampaikan dalam Anggota Palu, , pada tahun 2025 kini terwujud melalui pembukaan kursus bahasa Inggris di Kelurahan . Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat tanpa membebani biaya.

Program pendidikan tersebut berada di bawah naungan Yayasan Bina Karya Khatulistiwa dan berlokasi di Jalan Munif Rahman, Kelurahan Kabonena. Inisiatif kursus bahasa Inggris gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan nonformal di wilayah tersebut.

Arif Miladi menjelaskan bahwa pembukaan kursus bahasa Inggris gratis ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat yang ia terima saat reses. Setelah melalui proses persiapan yang matang, program ini mulai direalisasikan pada tahun 2026 dan telah berjalan sekitar dua bulan.

“Permintaan warga pada reses tahun 2025 lalu, tahun 2026 kita realisasikan. Alhamdulillah sudah berjalan kurang lebih dua bulan,” kata Arif, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Selama pelaksanaannya, program kursus bahasa Inggris gratis ini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Tercatat sekitar 50 peserta antusias mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang diberikan tanpa biaya sepeser pun.

Menurut Arif, jumlah peserta tersebut cukup mengejutkan mengingat kegiatan berlangsung di ruangan dengan kapasitas yang terbatas. Minat yang tinggi ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan bahasa Inggris yang terjangkau.

“Kami juga tidak menyangka karena masyarakat menyambut baik tentang lembaga ini. Sampai hari ini pesertanya kurang lebih 50 orang,” tambahnya.

Ia mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi tantangan sekaligus dorongan agar program kursus bahasa Inggris gratis tersebut dapat terus dikembangkan. Keterbatasan tempat menjadi perhatian utama untuk pengembangan ke depan.

Arif berharap keterbatasan tempat tidak mengurangi semangat para peserta dalam mengikuti pembelajaran. Ia juga menyampaikan adanya perhatian dari Supratman, , terhadap kegiatan pendidikan yang berfokus pada kursus bahasa Inggris gratis ini.

Menurut Arif, keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan pendidikan sangat penting. Hal ini dapat membantu memperluas manfaat program bagi lebih banyak masyarakat, terutama di Kota Palu.

Ia memandang keberadaan kursus bahasa Inggris gratis tersebut sebagai salah satu bentuk penguatan akses pendidikan nonformal di Kota Palu. Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan berkembang.

Dengan demikian, lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tanpa terbebani biaya kursus yang seringkali . hn