JAKARTA, DAILYKOTA – Film komedi-horor berjudul Harusnya Horror mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada awal Agustus 2026. Produksi Ess Jay Pictures ini menghadirkan cerita unik tentang seorang setan wibu minderan yang harus menakut-nakuti 100 ribu manusia agar bisa menonton episode terakhir anime favoritnya. Harusnya Horror dirancang sutradara Reza Oktovian sebagai satir sosial atas fenomena dunia digital dan content creator yang terus berkembang di kalangan generasi muda.
Dengan durasi 108 menit, Harusnya Horror menampilkan perpaduan unik antara horor lokal dan humor absurd. Film ini dibintangi Reza Oktovian sekaligus sebagai sutradara, Lula Lahfah (almarhum), Tierison, Garry Ang, Yukatheo, dan sejumlah aktor populer lainnya. Produser Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani menggarap proyek dengan anggaran produksi diperkirakan mencapai Rp25 miliar, menandakan komitmen serius untuk menghadirkan kualitas sinematografi yang layak.
“Harusnya Horror adalah eksperimen kami untuk menggabungkan humor absurd dengan horor lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa rasa takut bisa jadi bahan tertawaan, sekaligus refleksi tentang dunia digital yang penuh ambisi,” ujar sutradara Reza Oktovian.
Produser Sridhar Jetty menambahkan perspektif yang lebih dalam tentang pesan film. “Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga kritik sosial tentang fenomena content creator yang rela melakukan apa saja demi viral. Kami berharap penonton bisa tertawa sekaligus merenung,” jelasnya.
Harusnya Horror akan ditayangkan di jaringan bioskop nasional terkemuka seperti XXI, CGV, dan Cinepolis. Targetnya adalah generasi muda, khususnya penggemar konten digital dan anime yang mencari hiburan berbeda. Kehadiran Harusnya Horror menjadi bagian dari tren meningkatnya genre hybrid di industri perfilman nasional, dengan sedikitnya 10 film horor-komedi Indonesia dirilis sepanjang semester kedua 2026.
Penulis naskah Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan merancang dialog-dialog yang menggabungkan referensi budaya pop dengan kritik sosial yang tajam. Keharukan film juga dimunculkan dari keterlibatan almarhumah Lula Lahfah, yang menjadi salah satu highlight emosional bagi penggemar. Kombinasi casting yang kuat, narasi satir tentang dunia digital, serta kolaborasi antara setan dan content creator gadungan menjadikan Harusnya Horror sebagai film yang dinanti-nantikan menjelang musim bioskop kuartal ketiga 2026.