TANJUNGPINANG, DAILYKOTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) resmi menetapkan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” untuk peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang akan dipusatkan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Kamis, 23 Juli 2026. Tema ini menegaskan komitmen bangsa dalam memenuhi hak, perlindungan, serta tumbuh kembang anak.
Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” memiliki makna mendalam. “Sayang Anak” berarti menghargai individu anak, mendengarkan suaranya, dan menghadirkan pengasuhan positif. Bagian “Lindungi” berfokus pada upaya menjaga anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, perkawinan anak, hingga ancaman di ruang digital, yang menjadi isu krusial dalam perlindungan anak.
Selanjutnya, “Bangun Masa Depan” menekankan investasi terbaik bangsa melalui pendidikan, kesehatan, pengembangan bakat, dan partisipasi aktif anak. Hari Anak Nasional 2026 juga memperkenalkan logo baru yang menampilkan tiga anak memegang Bendera Merah Putih, melambangkan kesetaraan dan semangat nasionalisme. Maskotnya adalah “Elie” si Elang Jawa, yang menyimbolkan keberanian dan kecerdasan anak Indonesia.
Data menunjukkan populasi anak Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 84 juta jiwa, atau 31% dari total penduduk. Dengan anggaran perlindungan anak sebesar Rp1,2 triliun pada 2026, pemerintah berupaya maksimal menekan kasus kekerasan yang pada 2025 tercatat 12.000 kasus. Regulasi seperti UU No. 4 Tahun 1979 dan UU No. 35 Tahun 2014 menjadi landasan hukum yang kuat dalam upaya perlindungan anak ini.
“Tema Hari Anak Nasional 2026 menegaskan bahwa investasi terbaik bangsa adalah melalui pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama,” kata Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
“HAN 2026 bukan hanya perayaan untuk anak, tetapi refleksi bagi orang dewasa. Persoalan anak hari ini adalah tanggung jawab orang dewasa dalam menghadirkan pengasuhan, pendampingan, dan lingkungan yang sehat,” kata Ciput Eka Purwanti, Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Melalui kampanye nasional dan Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (Gernas #RANA), Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa. Tujuannya adalah membangun generasi penerus yang sehat, berdaya, dan siap menghadapi tantangan global menuju visi Indonesia Emas 2045.