, DAILYKOTA tetap stabil pada peringatan ke-81 RI, 17/08/2026, dengan Pertalite bertahan di Rp10.000/liter. Kebijakan ini berlaku di seluruh Pertamina di Indonesia, sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas fiskal.

Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan, sementara harga BBM nonsubsidi disesuaikan dengan tren keekonomian. Pertamina menetapkan harga berdasarkan biaya pokok penyediaan (BPP) dan arahan Kementerian ESDM.

“Harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil. Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan pada Pertalite dan Solar agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Harga minyak dunia per 16 Agustus 2026 berada di kisaran USD 78 per barel, turun dari posisi Juli yang mencapai USD 84. Penurunan ini mempengaruhi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo yang kini Rp19.300/liter.

Konsumsi BBM nasional mencapai rata-rata 90 juta liter per hari, dengan Pertalite menyumbang 55%. Simulasi perjalanan Jakarta- dengan mobil seperti Toyota Rush membutuhkan biaya sekitar Rp203.125 untuk Pertamax.

“Subsidi energi tetap menjadi instrumen utama menjaga stabilitas fiskal,” tegas Bahlil Lahadalia, /Kepala BKPM. Alokasi subsidi energi dalam APBN 2026 mencapai Rp340 triliun.

Pertamina dalam pernyataan resminya menegaskan penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala mengikuti tren minyak dunia. Stabilitas harga BBM ini menjadi salah satu kado untuk masyarakat di HUT ke-81 RI.