dailykota.com Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya menekan angka kemiskinan di dengan memulai dari transformasi tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni.

Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari kondisi tempat tinggal warga. Banyak keluarga miskin ekstrem di Donggala masih menempati rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan.

“Kalau mau selesaikan kemiskinan, pertama perbaiki dulu rumahnya,” tegas Anwar Hafid saat membuka Rapat Kerja Daerah Pemprov bersama Pemerintah Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Jumat, 27 2026.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Nasional (DTSEN), tercatat 4.846 kepala keluarga (KK) masuk kategori miskin ekstrem di Donggala. Gubernur meminta jajaran pemerintah daerah segera melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan berapa KK yang tinggal di RTLH.

Ia menilai langkah itu krusial agar bedah rumah benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan Donggala.

“Donggala kita jadikan pilot project transformasi RTLH di Sulawesi Tengah. Kalau ini berhasil, kabupaten lain bisa mengikuti,” ujarnya dengan nada tegas.

Selain mendorong perbaikan rumah layak huni, Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten konsisten menggunakan DTSEN sebagai dasar perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis data agar setiap program berjalan efektif, efisien, dan terukur.

Dalam rapat kerja tersebut, Anwar Hafid membawa seluruh kepala perangkat daerah provinsi sebagai bentuk dukungan nyata Pemprov Sulteng. Ia memastikan sembilan program prioritas 9 BERANI dapat bersinergi dengan program pembangunan Kabupaten Donggala.

“Kami hadir sebagai supporting system. Kami ingin memastikan arah pembangunan Donggala selaras dengan kebutuhan daerah,” katanya.

Sebagai langkah konkret pengentasan kemiskinan di Donggala, Gubernur menyerahkan pangan 25 ton secara simbolis kepada Bupati Donggala, Vera Laruni, untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Rapat kerja ini turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, jajaran perangkat daerah, serta unsur Forkopimda.

Melalui transformasi RTLH dan penguatan program berbasis data, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penurunan angka kemiskinan Donggala berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.