dailykota.com – Dalam audiensi bersama PKC PMII , Kamis, 30 Oktober 2025, , menegaskan komitmennya memperjuangkan keadilan fiskal dan transparansi sektor pertambangan di daerah. Pertemuan yang juga membahas pendidikan dan lingkungan itu berlangsung hangat dan produktif.

“Daerah penghasil harus memperoleh hak bagi hasil yang adil. Kita perlu tahu berapa produksi dan ekspor sebenarnya dari tambang di Sulawesi Tengah, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujar Anwar.

Ia juga menyoroti ketimpangan regulasi yang merugikan daerah penghasil bahan mentah. “Daerah lain dapat pajak dari hasil industri, sementara kita hanya dari bahan mentah. Ini tidak adil dan harus diperjuangkan agar regulasinya berubah,” tegasnya.

Selain aspek , Gubernur menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan kelestarian lingkungan.

“Saya sudah kumpulkan para pengusaha tambang. Saya bilang, silakan menambang asal sungainya jangan merah. Kalau air sungai berubah warna, berarti ada yang tidak beres,” tandasnya.

Dalam penutupan audiensi, Anwar Hafid mendorong untuk aktif mengawal kebijakan publik secara konstruktif dan berbasis kajian ilmiah.

“Saya ingin teman-teman PMII membuat kajian singkat tapi tajam, kirim ke Kapolda, Panglima, Kejaksaan, dan ke saya. Kajian mahasiswa adalah bagi pemerintah,” pungkasnya. *