dailykota.com PALU, Anwar Hafid, mengajak dunia usaha untuk terlibat aktif dalam mendukung visi pembangunan daerah melalui program “Sulteng Nambaso”, saat membuka pertemuan awal penyerahan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja ) tahun –2024, di Palu. Kamis, 24 April 2025.

Di dampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa program “Sulteng Nambaso”, akronim dari Anak Miskin Bisa Sekolah, bukan sekadar slogan, tetapi fondasi utama dalam membangun masa depan Sulawesi Tengah melalui sembilan misi pembangunan yang disebut “Sembilan Berani”.

“Ini bukan hanya tentang infrastruktur atau industri, tapi bagaimana kita membangun manusia yang berdaya saing,” kata Anwar di hadapan , terutama dari kawasan industri Morowali dan Morowali Utara.

Melalui misi Berani Cerdas, Pemprov Sulteng telah memberikan kepada lebih dari 30.000 mahasiswa. Dan menargetkan menjangkau seluruh mahasiswa asal Sulteng. Gubernur mengajak perusahaan untuk ambil bagian dalam pemberdayaan pendidikan, dengan memberikan beasiswa sesuai kapasitas masing-masing.

“Kalau perusahaan sudah bantu, kami tidak akan dobel anggaran. Kita saling lengkapi agar semua anak bisa sekolah,” ujarnya.

Untuk misi Berani Sehat, Anwar menegaskan bahwa warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan . Pemerintah daerah menanggung pembiayaan di luar skema BPJS dan kini tengah merancang pembangunan rumah sakit berstandar internasional.

“Nilai SDA kita sudah keluar Rp570 triliun. Masa tidak bisa kita bangun rumah sakit kelas dunia di tanah kita sendiri?” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya kontribusi perusahaan dalam membangun infrastruktur, seperti memperbaiki jalan negara yang rusak akibat lalu lintas alat berat dan truk tambang. Ia juga mendorong perusahaan mendukung pengembangan teknologi dan membuka akses magang bagi pelajar serta peluang pendidikan ke luar negeri bagi anak-anak Sulteng.

“Kita harus siapkan SDM hebat. Kalau perlu, sekolahkan anak-anak kita di luar negeri agar siap bersaing di masa depan,” ujar Anwar.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses listrik, jaringan telekomunikasi di daerah industri, dan dukungan bagi nelayan melalui misi Berani Panen Raya dan Berani Tangkap Banyak.

“Satu perusahaan bantu satu kapal besar untuk nelayan, itu dampaknya luar biasa,” imbuhnya.

Melalui misi Berani Berkah, Gubernur menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan kebebasan beragama di lingkungan . Ia bahkan berencana menerbitkan regulasi agar perusahaan menjamin hak karyawan untuk beribadah.

“Pembangunan tak hanya soal , tapi juga menjaga keseimbangan spiritual dan sosial masyarakat,” kata Anwar.

Di akhir sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan visi pembangunan daerah tidak bisa di capai hanya oleh pemerintah. Dunia usaha, katanya, adalah mitra strategis dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju dan berdaya saing.

“Kita tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah hadir, tapi tangan Bapak-Ibu semua yang akan membuat perubahan ini nyata,” pungkas Anwar Hafid. *