dailykota.com SIGI – Perhatian serius di berikan untuk memerangi stunting di Kabupaten Sigi, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah bersama PT Pelindo Group turun tangan dengan menyerahkan bantuan dan menggelar di tiga desa. Yaitu Desa Baluase, Desa Rogo, dan Desa Walatana. Kamis, 11 Juli .

Bantuan berupa telur, susu, gula, dan di berikan kepada / stunting dan kurang energi kronik (KEK). Hal ini di harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dan mendukung pencegahan stunting di wilayah tersebut.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil. Sehingga dapat mencegah stunting di Sigi,” ujar Kasubbag Umum dan Kepegawaian Rosleni Aluman, yang mewakili Sekwan DPRD .

Selain bantuan, DPRD Sulteng juga menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan dini dan stunting. Sosialisasi ini akan di laksanakan pada Minggu kedua atau ketiga bulan Juli di tingkat SMP dan SMA.

Upaya ini sejalan dengan stunting di Kabupaten Sigi yang telah berjalan baik melalui posyandu dan puskesmas. Sekwan Sigi Imron Noor menyampaikan apresiasi atas program ini dan berharap bantuan tahap II ini dapat semakin mempercepat penurunan angka stunting di Sigi.

GM PT Pelindo Ramdan Affan menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang membutuhkan perhatian dan kerjasama semua pihak. Ia mengapresiasi langkah-langkah yang di ambil oleh pemerintah provinsi Sulteng dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memerangi stunting di Indonesia.

“PT Pelindo memiliki tiga tahap penyaluran bantuan stunting di ini. Kami berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam memerangi stunting,” ujar Ramdan Affan.

Bupati Sigi juga menyampaikan akan memberikan penghargaan kepada desa yang berhasil mengatasi masalah stunting. Ia juga mendorong para kepala desa untuk memberikan penghargaan kepada kader yang mencapai target.

Kerjasama dan sinergi dari semua pihak di harapkan dapat menjadi kunci dalam memerangi stunting di Kabupaten Sigi. Dengan edukasi, bantuan, dan komitmen yang kuat, di harapkan angka stunting di Sigi dapat terus menurun dan generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas. (*)