PALU, DAILYKOTA – Kantor UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu resmi memulai pelaksanaan seleksi kompetensi berbasis CAT BKN Palu bagi ribuan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Sebanyak 3.200 peserta dari program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial akan bersaing mendapatkan posisi profesional mulai 17/07 hingga 20/07 mendatang.
Pelaksanaan ujian yang berlokasi di Jalan Bantilan Nomor 20 ini terbagi menjadi tiga sesi setiap harinya guna memastikan protokol keamanan dan ketertiban. Panitia mewajibkan seluruh peserta untuk mengikuti tahapan mulai dari registrasi, pemeriksaan badan, hingga pemberian PIN sebelum memasuki ruang ujian steril.
“Kami menekankan disiplin waktu dan integritas. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum ujian, membawa dokumen lengkap, dan mengikuti prosedur registrasi dengan tertib,” kata Ahmad Rifai, Kepala UPT BKN Palu.
Berdasarkan data resmi, durasi total setiap sesi mencapai 220 menit yang mencakup persiapan administrasi selama 90 menit serta pengerjaan soal CAT BKN Palu selama 130 menit. Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan seleksi ini mencapai Rp 4,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026.
“Seleksi PPPK Sekolah Rakyat dilakukan transparan melalui CAT. Tidak ada intervensi manual, hasil ujian langsung terekam sistem,” kata Suharmen, Deputi Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara.
Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tenaga kependidikan sosial, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Secara nasional, terdapat 12.500 formasi yang disediakan bagi para pejuang pendidikan tersebut guna meningkatkan kualitas layanan masyarakat.
“Tenaga PPPK Sekolah Rakyat akan menjadi ujung tombak pemerataan pendidikan sosial. Seleksi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan berkualitas di daerah 3T,” kata Lilis Handayani, Direktur Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Pelaksanaan teknis di lapangan menunjukkan bahwa sistem CAT BKN Palu mampu meminimalisir potensi kecurangan melalui pengawasan ketat. Kedisiplinan peserta menjadi faktor krusial dalam kelancaran proses seleksi ini demi mencetak aparatur negara yang berdedikasi tinggi.