dailykota.com PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan Program Berani Lancar menjadi fondasi utama dalam menjalankan Sembilan Program BERANI yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Menurutnya, pembangunan di sektor lain tidak akan optimal tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat memaparkan catatan akhir tahun 2025 dalam Live Podcast Akhir Tahun, Senin, 29 Desember 2025. Ia menekankan bahwa seluruh program BERANI saling terhubung dan tidak berdiri sendiri.
“Tanpa jalan yang baik, program cerdas, sehat, panen raya, sampai tangkap banyak tidak akan berjalan maksimal. Karena itu Berani Lancar menjadi kunci,” ujarnya.
Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan kelanjutan pembangunan infrastruktur melalui skema multiyears untuk sejumlah ruas strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Di antaranya Jalan Lingkar Kepala Burung di Banggai, jalan lingkar Pulau Togean, serta pembukaan jalan potong menuju Buol yang diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh hingga empat jam.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga menjalankan Program 1.000 Km Tol Desa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jalan kabupaten dan desa, guna membuka keterisolasian wilayah pedesaan dan mempercepat konektivitas.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memanfaatkan dukungan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah serta kerja sama dengan dunia usaha di wilayah industri dan pertambangan.
Gubernur menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Transportasi yang lancar akan memastikan masyarakat mudah mengakses sekolah, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Itulah esensi Berani Lancar,” pungkasnya.