, DAILYKOTA – Peristiwa banjir Parigi Moutong merendam permukiman warga dan fasilitas di Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, pada Jumat (17/07). yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari mengakibatkan sungai meluap hingga menggenangi Dusun 4 sekitar pukul 05.00 WITA.

Kejadian banjir Parigi Moutong ini berdampak pada tujuh unit warga dan bangunan SMKN 1 Kasimbar yang tergenang air. Selain merusak hunian, luapan air sungai juga memutus pipa transmisi Pamsimas yang menjadi sumber utama kebutuhan warga desa.

Badan Penanggulangan Daerah atau BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 70 kepala keluarga kehilangan akses air bersih. Tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan serius.

“Tim TRC bersama BPBD telah melakukan assessment di lokasi. Fokus utama saat ini adalah perbaikan pipa transmisi air bersih yang putus dan distribusi bagi warga terdampak,” kata Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Provinsi .

Meski tidak ada korban jiwa atau warga yang mengungsi, dampak sosial dari banjir Parigi Moutong ini cukup signifikan bagi kelompok rentan. Data sementara menunjukkan terdapat empat dan dua lansia yang ikut terdampak di dalam delapan keluarga yang rumahnya terendam.

“Meski tidak ada korban jiwa maupun pengungsi, banjir ini berdampak serius pada akses air bersih dan aktivitas pendidikan. Normalisasi sungai menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Tim TRC BPBD Parigi Moutong.

Saat ini koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat normalisasi sungai serta perbaikan fasilitas publik yang rusak akibat banjir Parigi Moutong. Kebutuhan logistik penanggulangan bencana juga mulai disalurkan kepada warga yang terdampak genangan air tersebut.