Atlanta, DAILYKOTA – Timnas Argentina berhasil mengalahkan Inggris 2-1 secara dramatis di semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis, 16 Juli 2026, di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat. Kemenangan ini membawa Argentina kembali ke final setelah sempat tertinggal lebih dulu dan mempertahankan rekor sempurna di semifinal.
Pertandingan seru antara Argentina dan Inggris ini berlangsung di Atlanta Stadium. Tim Tiga Singa, julukan Inggris, unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55, membuat para pendukungnya bersorak. Namun, semangat juang Argentina tidak padam, terus berupaya membalikkan keadaan di sisa waktu normal.
Kegigihan Argentina membuahkan hasil di menit-menit akhir. Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85, memanfaatkan umpan manis dari kapten Lionel Messi. Tidak lama berselang, pada menit ke-90+2, Lautaro Martínez mencetak gol penentu kemenangan, lagi-lagi berkat assist brilian dari Lionel Messi. Dengan demikian, Argentina mengalahkan Inggris dalam laga mendebarkan ini.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi penguasaan bola oleh Argentina dengan 64% berbanding 36% milik Inggris. Tim asuhan Lionel Scaloni juga lebih banyak melepaskan tembakan, total 14 kali dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, dibandingkan Inggris yang hanya 9 tembakan dengan 3 on target. Angka-angka ini mempertegas perjuangan tim di Piala Dunia 2026.
Kemenangan ini melanjutkan rekor sempurna Argentina di semifinal Piala Dunia; dari enam kali tampil, mereka selalu berhasil melaju ke final. Setelah mengalahkan Inggris, Tim Tango kini akan berhadapan dengan Spanyol di partai puncak pada 20 Juli 2026, yang akan digelar di East Rutherford, New Jersey.
“Kami tidak pernah menyerah. Dua assist saya hanyalah bagian kecil dari kerja keras tim. Argentina selalu percaya sampai menit terakhir,” kata Lionel Messi, Kapten Argentina.
“Gol ini bukan hanya untuk tim, tapi untuk seluruh rakyat Argentina. Kami tahu kami bisa membalikkan keadaan,” kata Enzo Fernández, Gelandang Argentina.
“Gol menit akhir ini adalah momen yang akan saya kenang seumur hidup. Argentina layak berada di final,” kata Lautaro Martínez, Striker Argentina.
“Kami kehilangan fokus di menit akhir. Argentina menunjukkan mental juara yang luar biasa,” kata Thomas Tuchel, Pelatih Inggris.
Dengan hasil ini, Argentina sukses kembali ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun, sekaligus memperpanjang tradisi tak terkalahkan di babak semifinal. Inggris harus puas memperebutkan tempat ketiga melawan Prancis. Final antara Argentina melawan Spanyol diprediksi akan menjadi duel klasik yang sangat dinantikan.