dailykota.com PALU menekankan pentingnya menjadikan iman sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka retret Aparatur Sipil Negara () beragama Nasrani di , Palu, Selasa, 10 2026.

Di hadapan ASN eselon II, III, dan IV lingkup Pemerintah Provinsi , Anwar Hafid mengajak aparatur negara untuk bekerja dengan kesadaran spiritual yang kuat, bukan semata karena jabatan atau atasan.

“Mengabdi itu bukan kepada kepala dinas, , bupati, atau gubernur. ASN harus mengabdi kepada Tuhan. Kalau itu tertanam, hidup dan pekerjaan akan lebih sejahtera,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, kekuatan seorang ASN tidak lahir dari kewenangan atau posisi struktural, melainkan dari kedekatan dengan Tuhan yang membentuk integritas dan tanggung jawab moral dalam bekerja.

Anwar Hafid juga menyinggung kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang tengah menghadapi tantangan akibat kebijakan . Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap dapat berjalan jika aparatur memiliki keyakinan dan semangat pengabdian yang tulus.

“Kondisi kita memang tidak mudah, ada efisiensi anggaran hingga Rp1,2 triliun. Tapi kalau kita tidak percaya kepada Tuhan, situasinya akan terasa jauh lebih berat,” ujarnya.

Ia menilai, keimanan yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas kinerja ASN, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Anwar Hafid mendorong agar kesadaran teologis terus tumbuh dalam diri setiap aparatur, tanpa memandang latar belakang agama.

“Kalau kita percaya kepada Tuhan, kita akan semakin baik dalam melayani rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga mengingatkan pentingnya membangun relasi spiritual secara konsisten, bukan hanya dalam kegiatan seremonial.

“Banyak yang meminta macam-macam, tapi jarang datang ke Tuhan. Gereja ini adalah rumah Tuhan, tempat kita membangun iman,” tuturnya.

Ia berharap ini memberi dampak positif bagi peserta, sebagaimana retret ASN Muslim yang sebelumnya dilaksanakan di Masjid Baitulkhairaat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk memperkuat iman sebelum kembali menjalankan tugas pemerintahan.

“Gunakan retret ini untuk sejenak melepas beban pekerjaan. Tenangkan hati, kuatkan iman, lalu kembali bekerja dengan semangat dan tanggung jawab yang lebih besar,” pungkas Anwar Hafid.