dailykota.com DONGGALA – Sebanyak 300 santri asal (Sulteng) di berangkatkan secara menuju pondok pesantren di Pulau Jawa, berkat dukungan dari , A.M. Akbar Supratman. Mereka menaiki kapal yang bertolak dari menuju Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 11 April 2025.

Dalam acara , Akbar menegaskan bahwa keberangkatan para santri ini membawa semangat perjuangan Tua, Syekh Idrus Ramli (SIS) Al Jufri. Tokoh Sulawesi Tengah yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di kawasan tersebut.

“Adik-adik santri membawa semangat Guru Tua untuk menimba ilmu. Insya Allah, kalian akan sukses dunia dan akhirat. Setelah selesai belajar, kembalilah dan bangun kembali tanah kelahiran kita,” ujar Akbar dalam sambutannya di pelabuhan.

Wakil , Taufik M. Burhan, turut hadir dalam pelepasan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan Wakil Ketua MPR yang di nilai memberikan kemudahan luar biasa bagi para santri dan keluarganya.

“Keberangkatan tahun ini terasa istimewa karena di fasilitasi langsung oleh Wakil Ketua MPR. Ini bentuk perhatian luar biasa terhadap pendidikan,” kata Taufik.

Ia juga mengajak para santri dan orang tua untuk mendoakan Akbar dalam perjalanannya sebagai tokoh nasional.

Akbar mengungkapkan, gagasan ini muncul secara spontan saat dirinya ikut mudik bersama warga Sulteng dari Surabaya beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menerima keluhan soal tingginya biaya tiket kapal.

Setelah berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak KM Dharma Kencana, ia berhasil mendapatkan potongan harga tiket sebesar 15 persen, naik dari sebelumnya hanya 8 persen.

Tak di sangka, ide tersebut mendapat dukungan dari seorang dermawan yang bersedia menanggung seluruh biaya perjalanan santri. Sehingga mereka bisa berangkat tanpa di pungut biaya.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama berbagai pihak, adik-adik santri akhirnya bisa kembali ke pesantren tanpa harus memikirkan ongkos,” kata Akbar.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Dharma Lautan Utama yang telah mempermudah proses pemberangkatan.

Salah satu santri, Akmal, yang belajar di sebuah pesantren di Magelang, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa balik ke pondok tanpa biaya. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya,” ujarnya singkat. *