PALU, DAILYKOTA – Produksi Perikanan Tangkap Sulteng menunjukkan lonjakan signifikan, yakni sekitar 20,8 persen pada tahun 2025 dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menandai perkembangan positif sektor kelautan di Sulawesi Tengah.
Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat total produksi perikanan tangkap mencapai 328.393,08 ton pada 2025. Angka ini naik drastis dari 271.865,95 ton pada tahun 2024.
Peningkatan ini menjadi indikator penting pertumbuhan sektor perikanan tangkap dan peluang ekonomi masyarakat pesisir. Moh. Syafar DB, selaku Kepala Bidang Budidaya dan Pengolahan serta Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, menyampaikan data ini dalam konferensi pers program Berani Sejahtera di Palu, Kamis, 10 September 2026.
Kabupaten Donggala tercatat sebagai wilayah dengan produksi Perikanan Tangkap Sulteng tertinggi pada 2025, mencapai 80.180,70 ton. Disusul kemudian oleh Morowali dengan 40.225,30 ton, Banggai Laut 37.438,88 ton, Parigi Moutong 31.534,10 ton, dan Banggai 29.240,50 ton. Data produksi 2025 ini masih bersifat sementara.
Untuk mempertahankan dan terus meningkatkan pertumbuhan produksi Perikanan Tangkap Sulteng, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran substantial. Total anggaran program kelautan dan perikanan mencapai Rp33,73 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk infrastruktur pelabuhan, sarana produksi perikanan tangkap, pengembangan budidaya dan pengolahan hasil perikanan, pengelolaan ruang laut, serta pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Dukungan sarana dan prasarana perikanan tangkap saja mencapai Rp15,46 miliar.
Dari alokasi tersebut, Rp13,20 miliar ditujukan untuk peningkatan produksi yang akan menyasar 114 kelompok nelayan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp2,26 miliar untuk penanggulangan kemiskinan yang akan membantu 51 rumah tangga. Dukungan infrastruktur pelabuhan juga dialokasikan, antara lain untuk Pelabuhan Perikanan Mato dengan Rp1,62 miliar dan Pelabuhan Perikanan Lafeu sebesar Rp6 miliar.
Syafar menegaskan bahwa penguatan produksi Perikanan Tangkap Sulteng harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan sumber daya laut.
Selain perikanan tangkap, sektor budidaya juga menjadi prioritas pengembangan kelautan dan perikanan di Sulteng. Produksi perikanan budidaya pada 2025 secara sementara tercatat sebesar 330.058,72 ton.
Banggai Kepulauan menjadi penyumbang produksi budidaya terbesar dengan 242.639,99 ton. Selanjutnya, ada Banggai Laut (21.915,83 ton), Parigi Moutong (19.945,35 ton), Donggala (14.771,99 ton), dan Tojo Una-Una (8.921,54 ton).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pertumbuhan positif ini dapat dipertahankan melalui peningkatan sarana produksi, pengembangan budidaya, penguatan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Dengan potensi produksi yang melimpah, sektor kelautan dan perikanan diharapkan semakin berperan signifikan dalam menggerakkan perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. hn