PALU, DAILYKOTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,73 miliar untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Alokasi Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan, memastikan pengawasan aktivitas usaha di laut, serta mendorong kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Moh. Syafar DB, Kepala Bidang Budidaya dan Pengolahan serta Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers program Berani Sejahtera yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo Santik) Sulawesi Tengah pada Kamis, 10 September 2026. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Rincian Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng Rp33,73 miliar tersebut terbagi dalam lima kelompok program utama. Dana sebesar Rp7,62 miliar dialokasikan untuk infrastruktur pelabuhan, sementara Rp15,46 miliar disiapkan untuk sarana produksi perikanan tangkap. Selanjutnya, Rp5,16 miliar diperuntukkan bagi sarana produksi budidaya dan P2HP, Rp1,85 miliar untuk pengelolaan ruang laut, dan Rp3,64 miliar untuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP).
Dukungan finansial yang signifikan ini mencerminkan potensi perikanan di Sulawesi Tengah yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2024 mencapai 271.865,95 ton, kemudian meningkat menjadi 328.393,08 ton pada tahun 2025, menunjukkan kenaikan sekitar 20,8 persen. Peningkatan ini sangat didukung oleh Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng.
Kabupaten Donggala mencatatkan produksi perikanan tangkap tertinggi pada tahun 2025 dengan 80.180,70 ton. Disusul oleh Morowali (40.225,30 ton), Banggai Laut (37.438,88 ton), Parigi Moutong (31.534,10 ton), dan Banggai (29.240,50 ton). Data ini menunjukkan potensi besar yang digarap dengan dukungan Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng.
Untuk mendukung nelayan, Pemprov Sulteng mengalokasikan Rp2,26 miliar untuk program penanggulangan kemiskinan yang menjangkau 51 rumah tangga. Sementara itu, Rp13,20 miliar dialokasikan untuk peningkatan produksi bagi 114 kelompok nelayan, menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan para pelaku usaha perikanan.
Subsektor budidaya juga mendapat perhatian serius dengan alokasi Rp5,16 miliar dari Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng untuk sarana produksi budidaya, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan. Program ini mencakup bantuan sarana budidaya air tawar sistem bioflok, rumput laut bagi rumah tangga miskin, budidaya air payau dan laut, serta sarana pengolahan dan pemasaran.
Produksi perikanan budidaya pada tahun 2025 tercatat sementara mencapai 330.058,72 ton. Banggai Kepulauan menyumbang produksi terbesar dengan 242.639,99 ton, diikuti oleh Banggai Laut (21.915,83 ton) dan Parigi Moutong (19.945,35 ton). Angka ini menunjukkan dampak positif dari Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp1,85 miliar untuk pengelolaan ruang laut, yang digunakan untuk rehabilitasi terumbu karang dan mangrove, pembangunan apartemen ikan, fasilitasi alokasi ruang laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Upaya ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Di sektor pengawasan, Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng sebesar Rp3,64 miliar diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Data Dinas Kelautan dan Perikanan menunjukkan tingkat kepatuhan pelaku usaha meningkat dari 82,12 persen pada tahun 2025 menjadi 94,40 persen pada Triwulan II 2026.
“Berbagai program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat serta menjaga keberlanjutan sumber daya laut Sulawesi Tengah,” kata Moh. Syafar.
Dengan potensi produksi yang besar dan dukungan Anggaran Kelautan dan Perikanan Sulteng yang terencana lintas program, sektor kelautan dan perikanan diharapkan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah dan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.*/hn