JAKARTA PUSAT, DAILYKOTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi BEM UI Demo Bundaran HI ini terjadi sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menyoroti janji kemerdekaan yang dinilai belum sepenuhnya terwujud dalam bentuk kesejahteraan, keadilan sosial, dan kebebasan berpendapat.
Aksi BEM UI Demo Bundaran HI ini melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek, termasuk Front Mahasiswa UI dan perwakilan dari IPB. Mereka melakukan long march menuju Bundaran HI, menyampaikan orasi terbuka, membentangkan spanduk, serta menyuarakan tuntutan secara simbolis kepada publik.
Para mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak transparansi anggaran pendidikan dan peningkatan alokasi minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua, mereka menolak regulasi yang dianggap membatasi kebebasan berpendapat, termasuk revisi UU ITE. Ketiga, desakan agar pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar yang dinilai membebani rakyat.
“Kemerdekaan bukan hanya upacara seremonial. Kami turun ke jalan untuk menagih janji kesejahteraan dan keadilan sosial yang belum dirasakan rakyat,” kata Melki Siahaan, Ketua BEM UI.
Koordinasi aksi BEM UI Demo Bundaran HI ini sudah dilakukan sejak 15 Agustus 2026. Spanduk yang dibawa mahasiswa bertuliskan “Merebut Kemerdekaan Rakyat” dan “Turunkan Harga, Naikkan Kesejahteraan”, menunjukkan fokus utama protes mereka.
Rizky Ananda, Koordinator Front Mahasiswa UI, menegaskan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial. “Aksi ini adalah simbol bahwa mahasiswa tetap menjadi suara kritis bangsa. Kami menolak kebijakan yang mengekang kebebasan berpendapat,” ujarnya.
Menanggapi aksi tersebut, aparat kepolisian telah menyiapkan pengamanan. AKBP Rudi Hartono, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, menyatakan bahwa Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya menerjunkan 1.200 personel gabungan. “Kami sudah menyiapkan pengamanan dengan pendekatan humanis. Mahasiswa boleh menyampaikan pendapat, tetapi harus tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.
Aksi BEM UI Demo Bundaran HI ini menjadi refleksi kritis publik terhadap kondisi bangsa pasca 81 tahun merdeka. Pemerintah, melalui Kemenko Polhukam, menyatakan siap berdialog dengan mahasiswa untuk menampung aspirasi yang disampaikan.