JAKARTA, DAILYKOTA – Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk kuartal III tahun 2026. Penyaluran ini dimulai pada 20 Juli 2026 di seluruh Indonesia, dengan total anggaran lebih dari Rp12 triliun, bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka kemiskinan. Masyarakat kini dapat melakukan cara cek bansos Kemensos secara mandiri melalui situs dan aplikasi resmi.
Penyaluran bansos PKH dan BPNT periode Juli hingga September 2026 ini akan menjangkau lebih dari 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Proses pencairan dilakukan secara bertahap melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Dengan adanya kemudahan cara cek bansos Kemensos secara daring, diharapkan setiap penerima dapat memantau status bantuannya.
Bantuan PKH disalurkan dengan nominal bervariasi antara Rp225.000 hingga Rp750.000 per tahap, tergantung kategori penerima seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas. Sementara itu, BPNT atau Kartu Sembako diberikan sebesar Rp200.000 per bulan, sehingga untuk periode Juli-September ini KPM akan menerima total Rp600.000. Informasi mengenai nominal ini juga bisa didapatkan saat melakukan cara cek bansos Kemensos.
Basis data penyaluran bantuan sosial ini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos. Data ini diperbarui secara berkala setiap triwulan melalui mekanisme musyawarah desa, validasi oleh dinas sosial setempat, serta verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Memastikan data yang akurat adalah kunci untuk suksesnya cara cek bansos Kemensos dan ketepatan sasaran.
“Mudah-mudahan tanggal 20 Juli sudah mulai penyaluran. Data penerima terus diperbarui agar bansos tepat sasaran,” kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial RI.
Untuk mengetahui status pencairan bantuan, masyarakat dapat menggunakan dua cara cek bansos Kemensos yang disediakan. Pertama, melalui situs resmi Kemensos. Pengguna cukup membuka alamat cekbansos.kemensos.go.id, lalu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP serta data wilayah seperti Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.
Setelah mengisi data yang diminta, ketik kode captcha yang muncul dan klik tombol ‘Cari Data’. Sistem akan menampilkan informasi detail mengenai status penerima, jenis bantuan yang diperoleh, serta periode penyaluran bantuan tersebut. Ini adalah salah satu cara cek bansos Kemensos yang paling umum digunakan.
Selain melalui situs web, cara cek bansos Kemensos juga dapat dilakukan via aplikasi resmi ‘Cek Bansos’ yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS. Setelah mengunduh dan menginstal aplikasi, pengguna perlu melakukan registrasi akun atau masuk jika sudah memiliki akun. Kemudian, pilih menu ‘Cek Bansos’, masukkan NIK, dan klik ‘Cari Data’ untuk melihat informasi kepesertaan dan status pencairan.
Tanda-tanda bahwa bantuan sosial sudah cair dan berhasil diterima oleh KPM dapat dilihat dari beberapa indikator. Saldo rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) akan bertambah sesuai nominal bantuan yang seharusnya. Selain itu, notifikasi pencairan bisa diterima dari bank penyalur atau PT Pos Indonesia, dan status di situs atau aplikasi ‘Cek Bansos’ akan berubah menjadi ‘Sudah Disalurkan’. Memahami cara cek bansos Kemensos ini penting agar masyarakat tidak kebingungan.