, DAILYKOTA – Operasi pencarian KM Nurul Salsa memasuki hari ketiga dengan mengerahkan alutsista udara dan laut di perairan Selayar pada Jumat (17/07). gabungan masih berupaya menemukan 24 korban yang dinyatakan setelah kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk dan kerusakan mesin. mencatat total penumpang mencapai 74 orang, meski data manifes awal hanya mencantumkan 45 orang.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, memimpin langsung koordinasi pencarian di perairan barat Pulau Polassi. Selain kapal negara, pencarian juga melibatkan unsur dan AU guna memperluas jangkauan pemantauan dari udara. Operasi ini menjadi prioritas mengingat banyaknya jumlah korban KM Nurul Salsa yang belum ditemukan di tengah kondisi laut yang tidak menentu.

“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” kata Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar.

Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, tim mengerahkan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin untuk menyisir area seluas 102 nautical mile persegi. Sementara itu, KN SAR Kamajaya dan KRI Marlin 877 bergerak di sektor laut untuk melakukan penyisiran permukaan secara intensif. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan seluruh titik koordinat potensial dalam pencarian KM Nurul Salsa terjangkau dengan maksimal.

“Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin. Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” kata Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar.

Hingga saat ini, data resmi menunjukkan 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang dunia, dan 24 orang lainnya masih dalam pencarian. Petugas di lapangan menemui kendala perbedaan data manifes resmi dengan jumlah penumpang riil yang berada di atas kapal saat kejadian. Hal ini menuntut tim SAR untuk bekerja ekstra teliti dalam mengidentifikasi setiap korban KM Nurul Salsa yang berhasil dievakuasi.