dailykota.com PALU kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung tinggi bagi generasi muda dari keluarga pra-sejahtera di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Tengah. Melalui Beasiswa Kalla 2025, yayasan ini tidak hanya menyalurkan biaya pendidikan, tetapi juga menyediakan program pengembangan diri yang terstruktur bagi para penerima manfaat.

Program beasiswa ini menjangkau 503 dari empat provinsi: , Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Di Sulawesi Tengah sendiri, tantangan angka putus kuliah masih cukup tinggi. Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi 2020–2022, tercatat 5.717 mahasiswa menghentikan studinya, dan tren tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan.

“Beasiswa Kalla kami rancang bukan sekadar bantuan biaya, tetapi juga sebagai dukungan moral agar mahasiswa tetap semangat menyelesaikan kuliahnya,” ujar Therry Alghifary, Manager Educare LAZ Hadji Kalla.

Therry juga menekankan bahwa program ini membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, pengalaman sosial. Serta peluang untuk memperluas akses karier mereka ke depan.

Tahun ini, Yayasan Hadji Kalla menyalurkan beasiswa dalam dua periode, yakni semester genap dan ganjil, dengan nilai maksimal Rp7.500.000 per mahasiswa. Sebanyak 88% dana langsung ditransfer ke rekening kampus mitra, sedangkan 12% sisanya disalurkan ke rekening mahasiswa dari kampus non-mitra. Seluruh penerima telah diverifikasi sebagai bagian dari Asnaf Fisabilillah, yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

Sebagai bentuk penguatan kapasitas diri, yayasan juga menggelar Kelas Pengembangan Diri di berbagai kota, termasuk Palu. Materinya meliputi literasi , ketangguhan mental, strategi belajar, pengelolaan keuangan, dan komunikasi efektif. Rata-rata, setiap sesi diikuti oleh 108 mahasiswa, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 92,6%.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95,8% penerima berhasil membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) tepat waktu dan tetap melanjutkan studi mereka.

Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido (U-Azlam), Muhammad Darma Halmi, yang hadir dalam acara Campus & Media Gathering Beasiswa Kalla 2025, menyampaikan apresiasinya:

“Banyak mahasiswa kami cerdas dan penuh semangat, tapi kesulitan biaya. Kehadiran Beasiswa Kalla sangat relevan dan memberi harapan besar. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut.”

Fitri Almirah Maulidya Khairul Otoluwa, mahasiswa semester tujuh jurusan Administrasi Publik Universitas Tadulako, turut membagikan kisahnya sebagai penerima beasiswa tahun 2022.

“Beasiswa Kalla tidak hanya menyelamatkan saya dari risiko putus kuliah, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan membuka wawasan baru melalui berbagai . Saya merasa lebih siap menghadapi dunia ,” ungkap Fitri.

Yayasan Hadji Kalla juga mendorong lebih banyak kampus mitra di Sulawesi Tengah untuk bergabung dalam program ini. Tahun depan, yayasan menargetkan perluasan kerja sama dengan kampus seperti Universitas Tadulako, IAIN Palu, dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya di Sulteng.

Melalui program ini, yayasan berharap lebih banyak mahasiswa dari Sulawesi Tengah dapat mengakses pendidikan tinggi dan tumbuh menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing.

Informasi pendaftaran dan syarat beasiswa tersedia di situs resmi Yayasan Hadji Kalla: www.yayasanhadjikalla.or.id. **