, DAILYKOTA – Persatuan Seluruh Indonesia merilis roadmap prestasi yang menempatkan strategi naturalisasi PSSI sebagai instrumen penting untuk menembus peringkat 100 besar dunia. Langkah strategis ini diproyeksikan bakal memperkuat komposisi skuad Garuda dalam menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2027 dan ajang Piala Asia 2026.

Pemerintah melalui Kemenpora telah menyiapkan anggaran berkisar Rp15 hingga 20 miliar per tahun untuk mendukung ini pada 2026. tersebut dialokasikan untuk membiayai proses hukum, administrasi, hingga integrasi pemain asing ke dalam sistem kepelatihan nasional secara transparan.

Federasi menegaskan bahwa pemilihan pemain dilakukan secara sangat selektif dengan kriteria usia produktif antara 18 hingga 25 tahun. Pemain seperti Mitchell Baker dan Luke Vickery menjadi contoh profil yang dianggap mampu memberikan dampak instan pada kualitas permainan tim nasional.

“Naturalisasi bukan sekadar formalitas. Ini adalah strategi jangka panjang untuk memperkuat Timnas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan naturalisasi,” kata , Menteri Pemuda dan Olahraga.

Program ini tetap memprioritaskan pembinaan lokal dengan kuota mencapai 70 persen dari total keseluruhan anggota skuad. Strategi naturalisasi PSSI diarahkan agar menjadi katalisator bagi pemain muda di liga domestik untuk meningkatkan standar profesionalisme mereka.

“Mitchell Baker punya mentalitas internasional. Ia bisa menjadi contoh bagi pemain muda Indonesia untuk terus berkembang,” kata John Herdman, Pelatih.

Melalui integrasi yang tepat, PSSI optimistis bahwa kehadiran pemain berpengalaman internasional akan memicu persaingan sehat di internal tim. Hal ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target prestasi sepak bola Indonesia di kancah global secara berkelanjutan.