dailykota.com – Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, membuka secara resmi Diseminasi Riset dan Strategi Ekonomi Inklusif di Sriti Convention Hall Palu. Acara yang di gelar pada Kamis, 27 2025 ini menggandeng sebagai mitra riset.

Dalam sambutannya, Irmayanti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder dalam mendorong inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa di lakukan sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kolaborasi adalah kekuatan. Hal yang kecil dan sederhana bisa menjadi luar biasa jika di lakukan bersama-sama. Olehnya, mari bergerak bersama agar tidak ada yang tertinggal,” ujar Irmayanti.

Ekonomi inklusif adalah konsep pertumbuhan ekonomi yang memberikan kesempatan adil bagi semua lapisan masyarakat. Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan dengan cara, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan , mengurangi kemiskinan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Lebih lanjut Irmayanti menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi inklusif memiliki tiga pilar utama. Yakni Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, mencakup pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan infrastruktur. Pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, fokus pada ketimpangan sosial. Dan Perluasan akses dan kesempatan, termasuk kapabilitas manusia, infrastruktur dasar, dan keuangan inklusif.

“Agar konsep ekonomi inklusif ini berhasil, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara semua pihak,” tegas Irmayanti.

Irmayanti menegaskan bahwa ekonomi inklusif harus selaras dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Konsep ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merusak lingkungan dan tetap menjaga keseimbangan ekologi.

Ia menekankan bahwa strategi ekonomi inklusif harus mengacu pada dua konsep utama . Fokus pada energi terbarukan, transportasi , , dan kehutanan untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.

Blue Economy memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan, khususnya di sektor dan pesisir.

“Ekonomi hijau dan ekonomi biru adalah dua konsep yang saling menguatkan. Kita tidak bisa mengabaikan keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Irmayanti meminta agar hasil riset ini di sebarluaskan kepada masyarakat dan menjadi pedoman bagi dalam menyusun kebijakan ekonomi.

“Kami berharap hasil riset ini menjadi dasar dalam merancang strategi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kota Palu,” tutupnya.

Acara ini di harapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekonomi yang lebih adil dan merata, sehingga seluruh warga Kota Palu dapat merasakan manfaatnya. *