dailykota.com PALU — Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) menjadi instrumen kunci untuk menilai kemajuan pembangunan sektor olahraga nasional. Untuk memperkuat proses pengukuran IPO Tahun 2025, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi IPO di ruang rapat Kepala Dinas, GBK Andi Raga Pettalolo, Jumat, 7 November 2025.
Tenaga ahli Kemenpora, Adi, yang memimpin sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa IPO mengukur berbagai dimensi penting, mulai dari literasi fisik, perkembangan personal, ekonomi, kesehatan, partisipasi, ruang terbuka, kebugaran jasmani, performa, hingga kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.
“IPO tidak hanya menggambarkan capaian pembangunan olahraga, tetapi juga menjadi dasar perumusan kebijakan di masa mendatang,” jelas Adi.
Dalam pemaparannya, Adi menyebut bahwa IPO nasional pada 2024 mengalami peningkatan 0,007 poin—dari 0,327 pada 2023 menjadi 0,334.
“Kenaikan ini memang terlihat kecil, namun tetap menjadi harapan positif bagi masa depan pembangunan olahraga di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan tersebut tidak lepas dari membaiknya beberapa aspek penting, seperti literasi fisik, perkembangan personal, ekonomi, kesehatan, partisipasi masyarakat dalam olahraga, serta ketersediaan ruang terbuka.
Adi juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat Palu terhadap pola hidup sehat.
“Tadi pagi saya melihat sendiri masyarakat Palu aktif berolahraga. Aktivitas fisik kini bukan hanya rekreasi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” katanya.
Sulawesi Tengah, sebagaimana tahun sebelumnya, kembali melaksanakan pengukuran IPO di 13 kabupaten/kota. Program ini mencakup pengukuran kebugaran masyarakat serta penilaian partisipasi olahraga di berbagai lapisan.
Keterlibatan masyarakat yang terus meningkat menjadi indikator positif bagi Sulteng dalam mendorong terciptanya komunitas yang lebih sehat, bugar, dan produktif. ***