dailykota.com – Keputusan mundur yang diumumkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari jabatannya sebagai anggota Fraksi menuai perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya, Rahayu menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan pribadi yang lahir dari refleksi panjang.

“Keputusan ini murni dilandasi pertimbangan pribadi dan profesional yang mendalam, serta refleksi panjang mengenai arah kontribusi terbaik yang bisa saya berikan untuk bangsa dan negara di fase kehidupan saya saat ini,” ujarnya, belum lama ini.

Koordinator , , menilai pengunduran diri Rahayu bukan sekadar persoalan , tetapi juga hilangnya figur perempuan muda yang selama ini menjadi simbol representasi perempuan di parlemen.

“Mundurnya Rahayu Saraswati sebagai dari adalah mundurnya satu simbol tokoh perempuan di republik ini,” tegas Fathur.

Ia berharap, dedikasi dan kepedulian Rahayu tidak berhenti seiring pengunduran dirinya. Menurutnya, semangat menghadirkan kebermanfaatan dan aksi nyata bagi masyarakat harus terus digaungkan sebagai teladan bagi generasi muda.

Sepanjang kiprahnya di Senayan, Rahayu Saraswati dikenal konsisten menyuarakan aspirasi rakyat melalui gagasan segar dan progresif. Kehadirannya membuktikan bahwa anak muda memiliki kapasitas besar dalam menentukan arah bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda, Rahayu juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar terus aktif mengambil peran.

“Kalianlah arsitek masa depan, pembawa obor inovasi, dan suara kejujuran yang paling lantang,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa dirinya kini akan lebih fokus pada bidang riset, kebijakan publik, , serta isu-isu sosial yang diyakini mampu memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Menutup pernyataannya, Fathur menegaskan komitmennya untuk melanjutkan semangat yang diwariskan Rahayu.

“Komitmen saya tidak akan mematikan api semangat sebagaimana pesan Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda. Saya akan tetap menyalakan semangat di Sulawesi Tengah dengan berembuk, beraksi, dan berdampak. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dari keberanian, serta aksi nyata untuk terus belajar dan berkarya,” pungkasnya.*