dailykota.com, — PT Arkan Bara Mandiri (ABM) akan memulai pengerjaan (perkerasan beton kaku) pada Segmen I , , sepanjang 180 meter. Proyek ini di rencanakan mulai berjalan pada minggu ketiga Juni 2025 dan di targetkan rampung sebelum 17 Agustus.

Rencana tersebut terungkap dalam rapat pra pelaksanaan (Pre-Construction Meeting) yang di gelar bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi , bersama sejumlah instansi teknis dan stakeholder.

Proyek ini akan di kerjakan mulai dari titik STA 4+500 hingga STA 4+625. Dalam pemaparannya, menyampaikan lima poin utama kesiapan pekerjaan, yakni peta lokasi di KM 8+700, data teknis dan gambar kerja, tiga metode pelaksanaan, manajemen lalu lintas dan keselamatan kerja. Serta keterlibatan tenaga kerja dengan penggunaan Alat Pelindung Diri ().

Sebelumnya, pada 27 Mei 2025, PT ABM juga telah melakukan presentasi kesiapan proyek di Kantor Pejabat Pembuat Komitmen () 2.4 . Yang kemudian mendapat persetujuan resmi dari Satker PJN Wilayah II.

Menurut Kepala Teknik Tambang PT ABM, Asrianto Buhang, pengerjaan proyek akan di lakukan dalam tiga tahap. Untuk mendukung kelancaran pengecoran beton, perusahaan menyiapkan minimal dua unit truk mixer setiap hari.

“Metode pengecoran akan di lakukan di atas sambungan aspal yang sebelumnya di kupas dan digali sedalam 40 sentimeter. Kami pastikan seluruh pekerjaan mengikuti spesifikasi teknis, termasuk kemiringan galian sesuai gambar teknis, yakni 1,32 persen di awal dan -1,67 persen di akhir sambungan,” jelas Asrianto. Selasa, 2 Juni 2025.

Asrianto menjelaskan jika proyek ini sempat mengalami penyesuaian akibat tumpang tindih (overlap) ruas kerja dengan perusahaan lain. Setelah di lakukan rapat koordinasi dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, di sepakati bahwa panjang proyek di kurangi dari semula 230 meter menjadi 180 meter. Dengan pengurangan masing-masing 25 meter di awal dan akhir ruas.

Meski begitu kata Asrianto, kualitas pekerjaan tetap di jaga. Pekerjaan marka jalan juga akan di lakukan sesuai standar, marka tepi kiri-kanan berwarna putih dan marka tengah berwarna kuning.

PT ABM mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat melintasi area pekerjaan. Rekayasa lalu lintas akan di terapkan, dan pengguna jalan di minta tetap waspada.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar selama pengerjaan berlangsung. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Asrianto.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, proyek rigid pavement Jalan Malonda di harapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional. Dan mendukung kelancaran mobilitas warga di Kota Palu dan sekitarnya. hn