dailykota.com DONGGALAPos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Donggala terus memperkuat peran pentingnya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak melalui pemantauan rutin dan edukasi seimbang. Posyandu menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, . Syahriar, menegaskan bahwa posyandu bukan sekadar tempat penimbangan berat badan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat. “Posyandu berperan penting dalam deteksi dini gangguan kesehatan pada anak. Dengan pemantauan rutin, intervensi cepat bisa dilakukan jika ditemukan tanda-tanda malnutrisi,” ujarnya saat menjadi narasumber di Radio Insania, , Jumat, 28 Juni 2024.

Fungsi utama posyandu meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS). Data ini membantu memantau apakah anak tumbuh sesuai dengan standar kesehatan. “Dari data ini, kita bisa segera mendeteksi jika ada gangguan tumbuh kembang,” jelas .

Selain pemantauan kesehatan, posyandu juga memberikan edukasi gizi kepada orang tua terkait pemberian makanan dan anak (PMBA), serta pentingnya kebersihan diri dan lingkungan. “Edukasi ini membantu orang tua memahami pola asuh gizi yang tepat sehingga anak dapat tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.

Layanan juga menjadi bagian penting di posyandu untuk mencegah penyakit menular yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Selain itu, pembagian A dan suplemen tambah darah untuk dan menyusui dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro yang penting bagi kesehatan ibu dan anak.

Posyandu bekerja sama dengan puskesmas dalam merujuk anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sehingga penanganan kesehatan bisa dilakukan secara menyeluruh dan cepat. “Kolaborasi ini memastikan anak-anak mendapatkan layanan kesehatan yang tepat,” terang dr. Syahriar.

Dukungan masyarakat sangat penting untuk mengoptimalkan peran posyandu. “Kehadiran dan partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan posyandu sangat dibutuhkan. Masyarakat juga diharapkan mendukung posyandu yang bekerja keras memberikan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala terus meningkatkan kualitas layanan posyandu dengan memberikan kepada kader dan tenaga kesehatan. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran posyandu demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas,” tutup dr. Syahriar.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Kabupaten Donggala optimis dapat mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi ibu dan anak. (hn)