dailykota.com PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memantapkan langkah strategis dalam upaya menurunkan angka kemiskinan melalui Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029.
Rencana ini di bahas dalam Rapat Koordinasi TKPKD dan Forum Konsultasi Publik yang di buka oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido di Bappeda Sulteng. Kamis, 7 November 2025.
Wagub Reny menekankan bahwa program pengentasan kemiskinan harus di lakukan dengan pendekatan terpadu, melibatkan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
“Penurunan kemiskinan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Di butuhkan sinergi, konsolidasi, dan kesepahaman agar langkah kita tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, dua program unggulan Pemprov, Berani Sehat dan Berani Cerdas merupakan fondasi utama dalam memutus rantai kemiskinan.
“Kesehatan dan pendidikan adalah kunci. Tanpa keduanya, sulit bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Sulteng, Dr. Irwan, menjelaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari penyelarasan program daerah dengan kebijakan nasional sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Forum ini memastikan setiap kabupaten/kota memiliki strategi penanggulangan kemiskinan yang selaras dengan arah pembangunan nasional,” jelasnya.
Kegiatan di tutup dengan penandatanganan Berita Acara Forum Konsultasi Publik RPKD oleh perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Acara di hadiri perwakilan Bappeda, BPS, Bank Indonesia, BPKP, serta sejumlah mitra pembangunan, dan menjadi langkah konkret Pemprov Sulteng menuju Sulawesi Tengah bebas kemiskinan ekstrem. */hn