dailykota.com – Pasangan dan nomor urut 5, dan , menyampaikan visi misi mereka terkait pengembangan pendidikan karakter dan modernisasi beragama dalam debat ketiga Pilbup Donggala yang digelar di Swiss-Belhotel, Kamis, 14 November .

Dalam kesempatan itu, menyoroti keberagaman yang telah lama menjadi ciri khas . Menurutnya, kerukunan antarwarga terus berkembang meskipun hidup dalam perbedaan. “Sejak dulu hingga sekarang, masyarakat di sini mampu hidup berdampingan, baik di desa maupun kota, meski berbeda keyakinan,” ujar Yasin dengan optimisme.

ini menekankan pentingnya penguatan kelembagaan, khususnya lembaga keagamaan dan kemasyarakatan, sebagai kunci membangun karakter masyarakat yang lebih inklusif. “Lembaga-lembaga ini sangat berperan dalam memperkuat keberagaman dan saling menghormati antarwarga,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Yasin-Syafiah juga fokus pada peningkatan pendidikan, baik formal maupun non-formal. Mereka menyoroti pentingnya pendidikan yang mampu menjembatani perbedaan dan membangun solidaritas antarumat beragama. “Kita lihat bagaimana umat dari berbagai agama saling mengunjungi dan berbagi kebahagiaan dalam perayaan ibadah masing-masing. Ini menunjukkan bahwa kerukunan harus terus dijaga,” jelas Yasin.

Lebih lanjut, Yasin menyerukan pemerintah untuk memberikan dukungan yang adil bagi seluruh kegiatan keagamaan, tanpa memandang mayoritas atau minoritas. “Semua agama dan lembaga adat harus mendapatkan perhatian yang setara,” tegasnya.

Menutup debat, Yasin menegaskan pentingnya silaturahmi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk secara rutin memfasilitasi pertemuan yang memperkuat persatuan di Kabupaten Donggala. “Kebersamaan ini adalah modal utama bagi kita untuk membangun Donggala yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan pandangan yang menyasar penguatan karakter dan kerukunan, Yasin-Syafiah optimis dapat membawa perubahan positif di Donggala.