MATARAM, DAILYKOTA – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak 35% per Juli 2026, menyumbang devisa Rp1,8 triliun. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati menilai ini sebagai tanda pemulihan pariwisata NTB pasca pandemi.
Data menunjukkan lebih dari 250.000 turis asing berkunjung ke NTB, dengan okupansi hotel di kawasan Gili mencapai 85%. Angka ini mendekati kondisi pra-pandemi yang pernah mencapai 90-92%.
“Pengunjung wisatawan mancanegara di Gili jauh melampaui ekspektasi,” kata Rahayu Saraswati dalam kunjungan kerja di Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/08).
Menurut Pemprov NTB, peningkatan ini didorong oleh perbaikan fasilitas pariwisata dan momentum peak season. Kawasan Gili (Air, Meno, Trawangan) menjadi destinasi utama dengan kontribusi terbesar.
“Ini tambahan devisa yang sangat kita butuhkan,” ujar Rahayu. Namun ia mengingatkan pentingnya penyediaan air bersih sebagai infrastruktur dasar untuk keberlanjutan pariwisata NTB.
Peningkatan ini sejalan dengan Inpres No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pemulihan Pariwisata Nasional. DPR mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mempertahankan tren positif ini.