dailykota.com PALU – Momentum pergantian tahun 2025 di manfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengajak masyarakat memperkuat empati dan refleksi diri. Hal itu di sampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menghadiri Tabligh Akbar dan dzikir bersama di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu. Rabu, 31 Desember 2025.
Gubernur menegaskan, imbauan agar masyarakat merayakan tahun baru secara sederhana bukan tanpa alasan. Ia menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di sejumlah wilayah Pulau Sumatera yang tengah di landa bencana alam.
“Kita pernah merasakan masa-masa sulit saat bencana 2018. Karena itu, mari sambut tahun baru dengan empati, doa, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela memilih mengisi malam pergantian tahun di masjid. Menurutnya, hal ini menjadi pertanda tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menyambut tahun baru dengan hati yang lebih tenang dan niat yang lebih baik.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai ajang muhasabah. Ia mengingatkan bahwa manusia sering di uji melalui harta dan jabatan, yang kerap membuat seseorang lupa diri.
“Ketika seseorang merasa paling ‘ada’, di situlah ujian di mulai. Sikap rendah hati dan adab harus tetap di jaga, apa pun posisi kita,” pesannya.
Tabligh Akbar ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Sulawesi Tengah dan Indonesia senantiasa diberi kedamaian dan kekuatan menghadapi tahun yang baru.*/hn