daikykota.com – Puluhan warga dari Aliansi Masyarakat Tojo Barat melakukan demonstrasi di depan Kantor Camat Tombiano, Kecamatan Tojo Barat. Mereka menolak rencana pembangunan kelapa sawit di wilayah mereka oleh perusahaan yang sebelumnya telah melakukan lokasi. Rabu, 22 Januari 2025.

Masyarakat keberatan dengan kebijakan , Ilham Lawidu, yang telah menjalin sama dengan perusahaan untuk membuka perkebunan sawit di lima kecamatan. Yaitu Batudaka, Ampana Tete, Ulubongka, Tojo, dan Tojo Barat. Rencana ini mencakup penanaman perdana di Kecamatan Ampana Tete dan Ulubongka.

Koordinator lapangan, Irwan Suge, dalam orasinya menjelaskan bahwa wilayah Tojo Barat memiliki lahan dan perkebunan produktif yang menghasilkan kelapa, cokelat, cengkeh, nilam, durian, alpukat, kopi, dan padi sawah. Komoditas ini menjadi penopang ekonomi warga yang saat ini menikmati peningkatan .

“Jangan ganti lahan produktif kami dengan perkebunan sawit. Sawit akan membuka lahan di kawasan hutan, yang berpotensi merusak lingkungan, mengancam ketersediaan air, dan memengaruhi perkebunan serta persawahan kami,” tegas Irwan.

Ia juga mengingatkan tanah harus di wariskan kepada generasi mendatang dan menolak segala upaya perusahaan yang mencoba mengiming-imingi masyarakat untuk mendukung proyek tersebut.

Camat Tojo Barat, Muhammad Ruslan Siparante, menerima massa aksi dan menyatakan dukungannya terhadap penolakan masyarakat. Ia menjelaskan, perusahaan sawit membutuhkan lahan sekitar 20.000 hektare, yang mayoritas merupakan lahan produktif milik warga.

“Sebagai kepala wilayah, saya pastikan tidak akan ada pembangunan di Kecamatan Tojo Barat. Lahan produktif ini adalah penting bagi masyarakat,” ujar Ruslan.

Sebagai bentuk dukungan, Ruslan menandatangani pernyataan sikap bersama Aliansi Masyarakat Tojo Barat untuk menolak masuknya perusahaan perkebunan sawit.

Dalam penutupan orasinya, Irwan Suge menyampaikan apresiasi kepada Camat Tojo Barat atas dukungan dan penandatanganan pernyataan sikap. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan kolektif masyarakat.

Irwan juga mendesak Bupati saat ini dan Bupati Terpilih untuk membatalkan rencana pembangunan perkebunan sawit di . Ia meminta anggota DPRD, khususnya dari daerah pemilihan Tojo Barat dan Ulubongka, untuk lebih aktif mengawal kebijakan yang melindungi masyarakat.

Demonstrasi ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Tojo Barat siap berjuang menjaga lahan produktif mereka dan menolak proyek yang dianggap merugikan lingkungan serta kesejahteraan warga. **