dailykota.com — Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun, menyerap langsung keluhan warga saat menggelar penjaringan aspirasi masyarakat (reses) caturwulan I masa persidangan 2026 di Jalan Labu, , Kecamatan . Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam pertemuan itu, warga menyoroti minimnya penerangan di Lorong Labu. Sejumlah di laporkan sudah lama tidak menyala, sehingga mengganggu aktivitas warga pada malam hari dan menimbulkan rasa tidak aman.

Selain penerangan, warga juga meminta perhatian serius terhadap kondisi di depan Sekolah Alkhairat. Mereka menilai jembatan tersebut terlalu dangkal dan tidak mampu menampung debit air saat hujan. Sehingga air kerap meluap ke jalan bahkan masuk ke rumah warga.

“Secara fisik jembatannya masih ada, tapi fungsinya sudah tidak maksimal. Kalau hujan, pasti banjir,” keluh salah satu warga.

Menanggapi hal itu, menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ia menyebut solusi awal yang memungkinkan ialah pengerukan dasar jembatan agar aliran air kembali lancar.

“Kondisi jembatan memang masih terlihat baik, tapi karena sudah dangkal, fungsinya terganggu. Saya akan koordinasikan dulu dengan Dinas PU untuk langkah perbaikannya,” ujar Muslimun.

Terkait penerangan jalan, Muslimun menjelaskan keterbatasan anggaran pokok pikiran (pokir) untuk lampu jalan yang saat ini hanya tersedia sekitar 10 unit. Ia menyebut bantuan akan di berikan secara bertahap karena banyak wilayah lain mengajukan permintaan serupa.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyarankan warga melapor melalui kelurahan. Selanjutnya, pihak kelurahan akan menyurat ke Perkim untuk dilakukan pengecekan di lapangan.

“Jika hanya lampunya yang rusak, akan kami laporkan ke vendor karena lampu jalan masih bergaransi lima tahun dan bisa di ganti,” jelasnya.

Dalam forum reses tersebut, warga juga mengangkat isu kebersihan lingkungan, bantuan modal usaha bengkel, , bantuan KUBE, hingga permintaan bagi anak sekolah.

Pemerintah kota, kata Muslimun, saat ini telah mengoperasikan 190 unit armada pengangkut , dengan tingkat kepatuhan pembayaran retribusi di Kelurahan Balaroa mencapai 99 persen.

Muslimun mengajak warga tetap aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke drainase yang dapat memperparah banjir saat hujan.

“Semua aspirasi ini kami catat dan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan, aik melalui koordinasi lintas dinas maupun pengusulan program,” pungkasnya. Hn