TOKYO, DAILYKOTA – Seluruh warga negara Indonesia (WNI) di dilaporkan dalam kondisi aman pasca berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.27 waktu setempat. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari WNI akibat yang berpusat di daratan Kumamoto dengan kedalaman 10 km ini, sebagaimana disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,1 ini mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada 28 Juli 2026, pukul 16.27 waktu setempat. Gempa yang berpusat di daratan Kumamoto dengan kedalaman 10 kilometer ini memicu guncangan hebat hingga intensitas maksimum Shindo 7, menyebabkan kerusakan bangunan di beberapa titik. Meskipun gempa M 7,1 Kumamoto tersebut cukup dahsyat, pihak berwenang terus memantau situasi.

Total sekitar 35.000 WNI diketahui tinggal di wilayah terdampak, dengan sekitar 30.000 di Kyushu dan 5.000 di Kumamoto. Hingga 29 Juli 2026, seluruh WNI dilaporkan dalam kondisi aman, tanpa adanya korban jiwa atau luka-luka akibat gempa M 7,1 Kumamoto. KBRI Tokyo dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka secara intensif berkoordinasi dengan simpul komunitas WNI untuk memastikan keselamatan mereka.

“Hingga saat ini pukul 21.14 waktu setempat, WNI di wilayah tersebut masih dilaporkan dalam kondisi yang aman,” kata Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, dalam keterangannya pada Selasa malam.

Senada, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heni Hamidah, menambahkan bahwa koordinasi dengan simpul komunitas WNI di Kumamoto dan Kyushu telah dilakukan. “Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa. Seluruhnya dilaporkan aman,” ujarnya. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menegaskan komitmennya dalam melindungi WNI di Jepang pasca gempa Kumamoto.

KBRI Tokyo mengimbau seluruh WNI untuk tetap tenang, waspada, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta hanya menyebarkan informasi dari sumber resmi. “Tetap tenang dan waspada serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, dan hanya menyebarkan informasi yang berasal dari sumber resmi,” imbau KBRI Tokyo. WNI juga diminta untuk menghemat baterai ponsel dan tetap mengaktifkan telepon genggam.

Untuk kemudahan komunikasi dan pelaporan, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah menyediakan hotline darurat. WNI diimbau untuk segera menghubungi +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419 (KBRI Tokyo), serta +81-80-3113-1003 (KJRI Osaka). Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI juga membuka hotline di +62 812-9007-0027 untuk keluarga di Indonesia yang ingin menanyakan kabar WNI pasca gempa Kumamoto.

Pemerintah RI melalui perwakilan diplomatik di Jepang akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. WNI diimbau untuk mewaspadai gempa susulan dan mengikuti instruksi evakuasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang guna menjaga keselamatan di tengah potensi ancaman alam tersebut.