dailykota.com – Peristiwa menggegerkan warga Desa Siweli, Kecamatan , , Kamis, 2 2026 dini hari sekitar pukul 02.03 WITA. Api melalap sebagian bangunan Siweli yang merupakan fasilitas pelayanan publik.

Kapolsek Balaesang Ramto menjelaskan, kejadian bermula dari laporan warga bernama MN alias Papa Arul yang rumahnya berada tepat di samping kantor desa. Laporan tersebut di terima oleh petugas piket Polsek Balaesang melalui sambungan telepon.

“Begitu menerima laporan, personel piket langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Ramto.

Setibanya di lokasi, petugas bersama warga langsung mendobrak pintu depan kantor desa dan berupaya memadamkan api secara manual. Kobaran api saat itu sudah menjalar hingga ke bagian plafon dan membakar sejumlah fasilitas kantor seperti kursi, meja, dan lemari.

Upaya pemadaman akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 02.25 WITA, sehingga api tidak meluas ke seluruh bangunan.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 35 persen bagian dalam Kantor Desa Siweli mengalami kerusakan. Sejumlah ruangan terdampak, mulai dari ruang , sekretaris desa, hingga ruang pelayanan masyarakat.

Kerusakan ini di pastikan mengganggu aktivitas pelayanan administrasi warga untuk sementara waktu.

Tim Identifikasi Satreskrim Donggala yang di pimpin Guntur langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, di temukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan unsur kesengajaan.

Petugas menemukan bekas cungkilan pada jendela di beberapa ruangan, termasuk ruang Kepala Seksi Pemerintahan dan ruang Sekretaris Desa. Selain itu, di temukan pembakaran kursi plastik dan abu berkas yang tersebar di dalam ruangan.

“Dari hasil olah TKP, terdapat beberapa titik api di dalam bangunan serta kerusakan pada akses masuk yang diduga di rusak menggunakan benda keras. Ini menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan,” jelas Guntur.

Saat ini, Satreskrim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kebakaran tersebut. Sejumlah barang bukti juga telah di amankan dari lokasi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena objek yang terbakar merupakan fasilitas publik yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat. */