dailykota.com – Puluhan warga Desa Loli Dondo, , menggelar aksi protes dengan membakar ban dan menyegel kantor desa pada Selasa, 18 2025. Mereka menuntut segera mundur dari jabatannya, karena di anggap gagal memenuhi janji-janji dan tidak transparan dalam pengelolaan program desa.

Aksi ini di picu oleh dugaan penyalahgunaan dinas untuk kepentingan pribadi serta minimnya transparansi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Asli Desa (APAD). Warga merasa kecewa karena program yang di janjikan belum terealisasi.

“Kami ingin Kepala Desa bertanggung jawab atas penggunaan mobil dinas yang di duga digunakan untuk keperluan pribadi. Jika tidak ada , kami akan terus melakukan aksi hingga tuntutan kami dipenuhi,” tegas Arman, salah satu peserta aksi.

Selain meminta Kepala Desa mundur, warga juga mendesak di keluarkannya Surat Keputusan (SK) pemberhentian. Mereka menuntut transparansi anggaran dan program kerja sesuai visi-misi desa.

Aksi Protes Berulang
Ini bukan kali pertama warga melakukan protes. Sebelumnya, aksi serupa di gelar namun belum ada respons konkret dari pihak berwenang. Warga berharap tuntutan mereka segera di tindaklanjuti untuk menghindari konflik yang berkepanjangan.

Hingga berita ini di turunkan, Kepala Desa Loli Dondo belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Pihak berwenang juga belum mengambil langkah konkret dalam merespons aksi warga.

Situasi di Desa Loli Dondo tetap mencekam, namun massa membubarkan diri secara damai setelah menyampaikan tuntutan mereka. Warga berjanji akan melanjutkan aksi jika tuntutan mereka tidak di penuhi. *