PIDIE JAYA, DAILYKOTA RI Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang hancur akibat hidrometeorologi. Acara berlangsung di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (11/08), dengan anggaran Rp12,364,805,000.

MIN 5 Pidie Jaya hancur diterjang Desember 2025, hanya menyisakan satu blok pagar beton. Siswa terpaksa belajar di Taman Al-Qur’an (TPA) belakang masjid selama proses pembangunan.

“Ketika setelah kejadian saya datang ke tempat ini, saya menjanjikan kepada warga masyarakat setempat, insyaAllah sekolah yang mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi,” kata Nasaruddin Umar.

Gedung baru akan terdiri dari dua lantai dilengkapi masjid, perumahan , laboratorium, dan perpustakaan. Pembangunan ini didukung Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

“Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya untuk tahap pembangunan gedung utama dialokasikan anggaran sebesar Rp12.364.805.000,” jelas Azhari, Kepala Kanwil .

Target penyelesaian kurang dari satu tahun. MIN 5 Pidie Jaya menjadi simbol pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh, sesuai UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Semoga secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” harap Nasaruddin Umar menutup sambutannya.