dailykota.com PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk mengawasi ketat kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Para kepala dinas di wajibkan melaporkan perkembangan program secara berkala langsung ke emailnya. Hal ini di sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pejabat Struktural dan Fungsional Pemprov Sulteng, Rabu, 5 Maret 2025, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur.
“Jika dalam lima tahun ke depan ada pejabat yang tidak bisa menjelaskan kontribusinya bagi Sulteng, itu sama saja mengundurkan diri,” tegasnya.
Gubernur menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih efisien, termasuk pemangkasan perjalanan dinas tanpa mengganggu kinerja perangkat daerah. Meskipun dana terbatas, program prioritas seperti beasiswa pendidikan dan layanan administrasi kependudukan tetap berjalan.
“Seratus hari pertama, beasiswa harus terealisasi. Pembuatan KTP juga harus lancar. Program lainnya akan kita susun kembali untuk 2026,” tandasnya.
Sebagai langkah strategis, gubernur juga meminta kepala dinas aktif mencari anggaran tambahan dari pemerintah pusat. Banyak program kementerian 2025 belum memasukkan Sulawesi Tengah, sehingga koordinasi dengan pusat harus di perkuat.
Anwar Hafid menegaskan bahwa setiap program pemerintah daerah harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat miskin dan penciptaan lapangan kerja. Kebijakan yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat akan di evaluasi.
“Setiap rupiah yang keluar dari kas daerah harus berdampak nyata bagi rakyat miskin, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan tetap menjaga lingkungan,” tegasnya.
Gubernur menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang harus selaras dengan visi-misi BERANI (Bersama Anwar-Reny). Penyusunan ini harus rampung pada April 2025 tanpa birokrasi yang bertele-tele.
“RPJMD bukan hal baru. Kita sudah sering menyusunnya, jadi jangan di persulit. Saya ingin ini selesai bulan April,” ujarnya.
Sebagai identitas pemerintahan baru, ia juga memperkenalkan konsep BERANI dan meminta agar setiap program mencantumkan kata tersebut. “Kita ingin rakyat Sulawesi Tengah berani bermimpi dan meraih kesejahteraan,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pejabat yang bekerja setengah hati. “Kita ada di sini untuk rakyat. Kalau tidak bisa serius bekerja, lebih baik mundur,” pungkasnya. *