dailykota.com PALU Sulawesi Tengah, , mengingatkan para penerima mobil ambulans Sehat agar mengelola fasilitas tersebut secara bijak dan bertanggung jawab. Pesan itu di sampaikan saat penyerahan 12 unit ambulans kepada rumah ibadah dan yayasan keagamaan di Palu. Rabu, 31 Desember 2025.

Anwar Hafid menegaskan, ambulans yang di salurkan pemerintah bukan sekadar bantuan fisik. Melainkan simbol kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat atas layanan yang layak.

“Ambulans ini harus benar-benar di manfaatkan untuk kepentingan umat dan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh identitas dan stiker Berani Sehat yang terpasang pada kendaraan tidak di lepas. Menurutnya, identitas tersebut penting sebagai sarana edukasi dan bahwa pemerintah hadir hingga ke pelosok desa.

“Jangan cabut stikernya. Biarkan masyarakat tahu bahwa program sudah sampai dan bisa di manfaatkan,” kata Anwar Hafid.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengungkapkan bahwa permohonan bantuan ambulans masih terbuka, khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses kesehatan dan kondisi geografis sulit.

“Wilayah yang jauh, terpencil, dan benar-benar membutuhkan, silakan ajukan permohonan. Kita akan prioritaskan daerah-daerah tersebut,” jelasnya.

Adapun penerima 12 ambulans tahap kedua ini antara lain Masjid Nurul Amin, Masjid Ittihadul Khairat, Masjid Al-Ikhlas, Masjid At-Taufiq, Masjid Agung Laut, GPI Jemaat Ekklesia, Yayasan JSIT Sulawesi Tengah, Yayasan Basabas, serta sejumlah masjid dan yayasan lainnya di Sulawesi Tengah.

Melalui , Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pelayanan kesehatan semakin inklusif, merata, dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. */hn