dailykota.com PALU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Daerah Tahun 2025, Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan budaya literasi serta pengembangan koleksi pustaka berbasis kearifan lokal.
Acara dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muh. Idham Khalid, yang menegaskan bahwa perpustakaan daerah kini berperan lebih dari sekadar tempat penyimpanan buku. Ia menyampaikan bahwa perpustakaan telah berkembang menjadi ruang belajar, pusat budaya, serta wahana penguatan karakter masyarakat.
“Perpustakaan harus menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, meneliti, dan berkreasi. Lewat kegiatan ini, kita memperkaya wawasan sekaligus menjaga nilai budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Idham.
Ia juga menyampaikan perkembangan koleksi perpustakaan daerah yang terus meningkat. Saat ini, Perpusda Sulteng memiliki lebih dari 54 ribu judul dengan 317 ribu eksemplar koleksi umum, serta 5.601 judul koleksi deposit. Penguatan koleksi lokal menjadi fokus agar masyarakat semakin mudah mengakses bacaan bermutu yang mencerminkan identitas daerah.
Kegiatan bedah buku menghadirkan tiga narasumber yang aktif dalam dunia literasi Sulawesi Tengah, yakni, I Nyoman Sriadijaya – pemerhati literasi, Mas’amah – penulis dan akademisi, dan Asrianti – penulis sekaligus pembahas materi.
Acara dipandu oleh Dadan Darusman, Kepala Perpustakaan Sukma Bangsa. Selain itu, kegiatan turut dihadiri tokoh pendidikan, pegiat budaya, dan komunitas literasi, di antaranya Chaerudin A. Ewa, Syamsuddin, Ma’rifah Nurmala, Rosdiana, Winarko Efendi, Mardhiati Kuncoro, Ahlan Lamuhido, Idrus, Suaib Djafar, serta Emhan Saja.
Buku yang dibedah berjudul “Pijar Semangat dari Kota Udang ke Tanah Kaili”, sebuah karya yang memotret perjalanan semangat, perjuangan, dan pengabdian dalam membangun karakter dan literasi di Sulawesi Tengah. Buku ini dianggap relevan sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk terus menulis dan berkarya.
Sebagai bagian dari penguatan literasi daerah, sejumlah penulis turut menyerahkan buku karya mereka kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng. Koleksi tersebut antara lain:
- Khazanah Budaya Kaili — Arifuddin M. Arif dkk.
- Kerajaan dan Dewan Adat di Tanah Kaili Sulawesi Tengah — Suaib Djafar
- BUMDES sebagai Katalisator Pembangunan Pedesaan — Suaib Djafar & Christian Tindjabate
- Evaluasi Kebijakan Pariwisata — Suaib Djafar
- Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama dan Budaya Bangsa — Arifuddin M. Arif
- Pengantar Sejarah Sosial Pendidikan Islam di Kota Palu — Arifuddin M. Arif
Penyerahan buku ini menjadi kontribusi nyata penulis lokal dalam memperkaya koleksi literasi daerah dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan masyarakat. *