dailykota.com PALU – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai peringatan ke-14 Fakultas Kedokteran (FK) () , Minggu, 15 2026. , , hadir langsung dalam kegiatan Jalan Sehat dan Gembira yang di rangkaikan dengan Reuni Akbar serta peluncuran Program Pendidikan Spesialis Satu (PPDS-1).

Kegiatan yang di pusatkan di halaman Fakultas Kedokteran Untad itu menjadi ajang silaturahmi keluarga besar kampus, mulai dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, hingga para alumni. Empat belas tahun perjalanan Fakultas Kedokteran Untad di nilai sebagai fase penting dalam proses pendewasaan institusi sekaligus penguatan peran dalam pembangunan kesehatan daerah.

Dalam sambutannya, Wakil menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan . Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa masyarakat yang sehat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memandang sektor kesehatan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Karena itu, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako memegang peran strategis dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah tidak ringan. Kondisi geografis yang luas, terdiri atas wilayah kepulauan dan pegunungan, serta akses layanan yang belum merata menuntut kehadiran dokter-dokter tangguh yang siap mengabdi di berbagai penjuru daerah.

“Kita membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian,” tegasnya.

Momentum Dies Natalis tahun ini semakin istimewa dengan peluncuran PPDS-1 Fakultas Kedokteran Untad yang membuka tiga program studi, yakni Penyakit Dalam, Bedah, dan Kebidanan. Wakil Gubernur menyebut langkah tersebut sebagai terobosan besar dalam memperkuat ketersediaan dokter spesialis di Sulawesi Tengah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Tadulako Amar, jajaran pimpinan universitas, serta Dekan Fakultas Kedokteran atas kerja keras mewujudkan program tersebut.

“Ini terobosan luar biasa. Dengan hadirnya PPDS-1, kita berharap kebutuhan dokter spesialis di Sulawesi Tengah dapat terpenuhi secara bertahap,” katanya.

Lebih jauh, Wakil Gubernur mendorong Fakultas Kedokteran untuk memperkuat riset yang menyentuh persoalan kesehatan khas daerah, seperti penyakit endemik, perbaikan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan sistem layanan kesehatan berbasis komunitas.

Ia juga memotivasi para alumni Fakultas Kedokteran Untad agar melanjutkan pendidikan spesialis dengan memanfaatkan dukungan pembiayaan melalui program Berani Cerdas dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut turut di hadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, civitas akademika, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Perayaan pun menjadi momentum refleksi sekaligus langkah maju memperkuat kualitas layanan kesehatan di Bumi Tadulako.