dailykota.com mengungkapkan dinamika pelaksanaan yang dimulai sejak April 2025. Dari sekitar 80 ribu pendaftar awal, hanya 23.569 orang yang akhirnya lolos sebagai penerima aktif setelah melalui proses verifikasi ketat.

Menurut gubernur, rendahnya kepercayaan publik pada tahap awal menjadi tantangan tersendiri, mengingat Berani Cerdas merupakan program baru.

“Di awal banyak yang ragu. Ada yang mendaftar tapi tidak melanjutkan proses. Namun kami terus melakukan pendataan dan verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Anwar Hafid.

Setelah sinkronisasi data dan pemeriksaan administrasi, jumlah pendaftar menyusut menjadi sekitar 53 ribu orang. Sebagian pendaftar gugur karena telah menerima beasiswa dari sumber lain, sementara di beberapa daerah, seperti Kabupaten , pemerintah provinsi tidak menyalurkan bantuan karena pemerintah kabupaten telah memiliki program serupa.

Untuk menjaga keberlanjutan program, melakukan efisiensi belanja aparatur, termasuk perjalanan dinas dan belanja operasional. Langkah ini ditempuh agar anggaran dapat dialihkan ke sektor prioritas, khususnya pendidikan dan .

Gubernur menegaskan, Berani Cerdas bersama Berani Sehat menjadi dua program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada tahun pertama pemerintahan BERANI.

“Ini bukan sekadar program bantuan, tapi upaya membangun masa depan Sulawesi Tengah melalui peningkatan kualitas SDM,” pungkasnya.