dailykota.com PALU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi (Sulteng) melakukan kunjungan kerja ke () Sulteng, Rabu, 1 Oktober 2025, untuk melaksanakan kegiatan (TNA) atau analisis kebutuhan pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara ().

Kunjungan tersebut di pimpin oleh Arhan bersama tim BPSDM. Mereka menegaskan bahwa kegiatan TNA bertujuan memetakan kebutuhan peningkatan di lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) prioritas, salah satunya Dinas .

“Melalui TNA, kami dapat menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi ASN secara tepat. Hasilnya menjadi dasar bagi BPSDM dan Dinas Kesehatan dalam merancang pelatihan yang benar-benar di butuhkan,” ujar Arhan.

Ia menambahkan, pelaksanaan TNA mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun tentang ASN dan sejalan dengan RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029 yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi birokrasi.

Selain itu, TNA juga berhubungan langsung dengan Indeks Profesional ASN (IP ASN) dalam aplikasi My ASN, yang mewajibkan setiap ASN menginput data capaian kompetensinya minimal 40 persen.

“Instrumen TNA membantu kami memetakan kesenjangan antara kompetensi yang di miliki dengan yang di butuhkan. Dari situ, pelatihan teknis prioritas bisa di susun lebih terarah,” jelas Arhan.

BPSDM menargetkan sekitar 400 ASN Dinas Kesehatan, mulai dari pejabat struktural hingga pelaksana, mengikuti pengisian instrumen TNA secara daring melalui kode QR yang terhubung ke Google Form. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan prioritas pelatihan tahun 2026–2027.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPSDM dalam memfasilitasi pemetaan kebutuhan kompetensi ASN di lingkungan kerjanya.

“Selama ini kami belum memiliki peta kebutuhan peningkatan kapasitas pegawai yang komprehensif. TNA membantu kami mengetahui bidang-bidang mana yang membutuhkan penguatan, sekaligus menyiapkan pembiayaan dan strategi pengembangan SDM ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BPSDM dan Dinas Kesehatan berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan ASN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi sesuai arah pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah. ***