IKN, DAILYKOTA – Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), menegaskan bahwa anggaran pembangunan IKN sebesar Rp48 triliun tetap aman meski tidak disebut dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut mulai dicairkan bertahap sejak 2025, dengan Rp10 triliun pada tahun lalu dan Rp6 triliun direncanakan untuk tahun 2026.
Basuki menjelaskan bahwa IKN merupakan bagian dari klaster pembangunan infrastruktur nasional, sehingga tidak perlu disebutkan secara terpisah dalam pidato kenegaraan. “Saya kira IKN bagian dari pembangunan infrastruktur. Tidak perlu disebutkan sendiri. Itu saya kira kebijakan beliau,” kata Basuki di kawasan IKN, Kalimantan Timur, Sabtu (15/08).
Selain pembangunan, OIKN juga menyiapkan anggaran Rp500 miliar untuk operasional dan pemeliharaan aset yang diserahkan dari Kementerian PUPR dan Kementerian PKP. “Kami harus bertanggung jawab untuk memelihara dan mengoperasikannya. Dan kami siapkan itu. Sekitar Rp500 miliar tahun ini,” tambah Basuki.
Untuk informasi lebih lanjut terkait proyek IKN, dapat mengunjungi situs resmi IKN.