dailykota.com PALU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memaparkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC 2025–2029 dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi PPM serta Integrasi TB–HIV di Hotel Sentral Palu, Rabu, 8 Oktober 2025.
RAD TBC ini menjadi bagian dari implementasi RPJMD Provinsi Sulteng 2025–2029 dengan visi “Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan.” Dalam misi “Berani Sehat”, pemerintah daerah menegaskan komitmen pemerataan layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan gratis, peningkatan kualitas rumah sakit rujukan, serta integrasi layanan TBC dengan jaminan kesehatan daerah.
Bappeda menjelaskan, dokumen RAD TBC berisi langkah strategis dan terukur untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC. Program ini menekankan penguatan kepemimpinan daerah, peningkatan akses layanan, pengendalian faktor risiko, dan partisipasi masyarakat.
Selain itu, RAD berfungsi sebagai pedoman lintas sektor agar upaya eliminasi TBC sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menciptakan Desa Peduli Kesehatan di seluruh Sulteng.
Kegiatan juga menghadirkan sesi teknis oleh dr. Olvi, yang memaparkan pelaksanaan Active Case Finding (ACF) di lembaga pemasyarakatan, rutan, dan LPKA. Ia menekankan pentingnya skrining gejala, pemeriksaan rontgen dada, konfirmasi TCM, serta integrasi dengan skrining HIV dan rujukan pengobatan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan dan Bappeda Sulteng berkomitmen memperkuat integrasi RAD TBC dalam RKPD dan DAK 2026, membentuk Tim Monitoring PPM Provinsi, serta mengoptimalkan pelaporan SITB di seluruh fasilitas kesehatan.
“Kolaborasi ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama menuju Sulawesi Tengah bebas TBC tahun 2030,” tutup dr. Jumriani. hmd/hn