PALU, DAILYKOTA – Pemerintah mulai menyalurkan bansos tahap III Agustus 2026 untuk warga Sulawesi Tengah melalui tiga program: PKH, BPNT, dan bantuan beras 10 kg per keluarga. Pencairan dilakukan via Bank Himbara dan Kantor Pos di 7 kabupaten/kota, termasuk wilayah terdampak bencana seperti Palu dan Donggala.
Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan tunjangan Rp225.000-Rp750.000 per tahap sesuai kategori penerima, seperti ibu hamil dan lansia. Sementara BPNT memberikan bantuan Rp600.000 untuk 3 bulan yang bisa digunakan belanja sembako di e-warong terdaftar.
“Setiap triwulan pasti ada perubahan penerima manfaat. Ada yang tetap menerima, ada yang keluar, dan ada penerima baru hasil pemutakhiran data BPS“, kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rilis resmi Kementerian Sosial.
Distribusi beras 10 kg per KPM dilakukan Bulog melalui gudang di Palu dan jaringan e-warong. Kepala Bulog Palu menyatakan stok beras untuk periode Juli-September telah dipastikan aman, termasuk untuk daerah terpencil seperti Morowali dan Tojo Una-Una.
Mekanisme pencairan mensyaratkan verifikasi NIK dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Masyarakat tanpa rekening bank bisa mengambil tunai di Kantor Pos wilayahnya masing-masing dengan menunjukkan KTP asli.
Total ada 320.000 KPM penerima PKH, 450.000 penerima beras, dan 280.000 penerima BPNT di Sulawesi Tengah. Bantuan ini diharapkan bisa menekan angka kemiskinan yang masih mencapai 12,7% di provinsi ini.***