dailykota.com JAKARTA – Air kemasan “Moiko”, hasil karya (WBP) Kolonodale, sukses mencuri perhatian dalam ajang Indonesia Prison Products (IPPFest) 2025 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, 21 2025.

Keunikan produk ini langsung mendapat pujian dari pejabat tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sekretaris Ditjenpas, Gun Gun Gunawan, bahkan menyempatkan diri mencicipi air kemasan “Moiko” dan memuji kualitasnya.

“Segar, cocok dengan iklim tropis kita. Produk ini membuktikan bahwa pembinaan di lapas berjalan serius dan berdampak nyata,” ujarnya.

Pujian serupa datang dari Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak, Masjuno. Ia mengaku terkesan dengan kualitas dan rasa “Moiko”.

“Ini bukan air putih biasa. Di buat dan di kemas langsung oleh WBP yang terlatih. Rasanya beda, dan sangat layak bersaing di pasaran,” ungkapnya antusias.

Air kemasan “Moiko” yang berarti “bagus” dalam bahasa Suku Mori, merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di . Di balik desain kemasan yang modern dan cita rasa yang menyegarkan, tersimpan proses panjang dan keras para WBP bersama petugas.

Kepala Kanwil , , menyebut “Moiko” sebagai simbol keberhasilan pembinaan yang berorientasi masa depan.

“Moiko bukan hanya air minum, tapi juga pesan bahwa WBP bisa berkarya, bangkit, dan menjadi bagian dari solusi. Ini buah dari kolaborasi, komitmen, dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran “Moiko” di IPPFest menjadi pengingat bahwa di balik tembok lembaga pemasyarakatan, ada kreativitas yang terus tumbuh dan masa depan yang sedang di bangun.

“Ini bukan pencapaian akhir, melainkan awal dari langkah besar menuju kemandirian. Kami ingin ‘Moiko’ jadi kebanggaan Sulawesi Tengah dan menginspirasi lapas lain di seluruh Indonesia,” tandas Bagus.

Ajang IPPFest 2025 sendiri menampilkan beragam karya unggulan dari lapas seluruh Indonesia. Di tengah gemerlap festival, “Moiko” berdiri mencolok, sebagai wujud harapan yang tumbuh dari balik jeruji. *